Keluarga Besar Persib Bandung Berduka atas Wafatnya Ibunda Bojan Hodak

Keluarga Besar Persib Bandung Berduka atas Wafatnya Ibunda Bojan Hodak
Foto: Ilustrasi Keluarga Besar Persib Bandung Berduka atas Wafatnya Ibunda Bojan Hodak.

Keluarga besar Persib Bandung sedang diselimuti kedukaan mendalam menyusul kabar meninggalnya Jelica Hodak, ibunda dari pelatih utama Bojan Hodak, pada Rabu, 13 Mei 2026. Almarhumah mengembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun sebagaimana dilansir dari Bola.

Ungkapan belasungkawa dan simpati mengalir dari seluruh elemen klub berjuluk Pangeran Biru tersebut. Manajemen, staf, hingga para pemain memberikan dukungan moril bagi pelatih asal Kroasia itu di tengah masa sulit kehilangan anggota keluarga tercinta.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar duka tersebut saat berada di Bandung. Ia menegaskan dukungan penuh klub kepada sang pelatih dalam menghadapi situasi ini.

"Seluruh keluarga besar Persib turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari pelatih Bojan Hodak," ujar Adhitia, Kamis (14/5/2026) seperti dikutip dari ANTARA.

Manajemen Persib memastikan tetap memberikan penguatan kepada sang pelatih agar tetap tegar. Doa terbaik dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapatkan ketabahan yang luar biasa.

"Dalam saat-saat penuh kesedihan ini, doa dan dukungan kami menyertai Coach Bojan serta keluarga besar agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," tambah Adhitia.

Meski tengah berkabung, profesionalisme tetap ditunjukkan oleh Bojan Hodak. Pelatih kawakan tersebut dilaporkan tetap mendampingi skuad Persib dalam sesi persiapan teknis untuk menghadapi dua pertandingan krusial di akhir musim Liga.

"Kepergian Jelica Hodak tentu menjadi kehilangan sangat dalam bagi Bojan Hodak dan keluarganya di Kroasia," tutur Adhitia.

Kehadiran pelatih di sisi tim menjadi krusial mengingat Persib dijadwalkan bertanding melawan PSM Makassar pada 17 Mei dan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026. Dukungan moril terus diberikan kepada Bojan mengingat peran seorang ibu yang sangat besar dalam hidupnya.

"Kami menyadari bahwa kehilangan seorang ibu adalah duka yang sangat berat," pungkas Adhitia.

Artikel terkait

Rekomendasi