Persib Bandung Alami Kerugian Besar Akibat Sanksi Denda Miliaran Rupiah

Persib Bandung Alami Kerugian Besar Akibat Sanksi Denda Miliaran Rupiah
Foto: Ilustrasi Persib Bandung Alami Kerugian Besar Akibat Sanksi Denda Miliaran Rupiah.

Persib Bandung mengalami kerugian finansial yang sangat besar akibat sanksi disiplin sepanjang musim 2025/2026. Total dana yang harus dikeluarkan Maung Bandung untuk membayar denda kepada Asian Football Confederation (AFC) dan PSSI dikabarkan menembus angka lebih dari Rp 5 miliar.

Seperti dilansir dari Detik Sport, Persib kembali mendapatkan hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi terbaru ini dijatuhkan lantaran berbagai aksi pelanggaran yang dilakukan oleh suporter dalam pertandingan Super League.

Komdis PSSI memberikan enam sanksi yang berbeda kepada pihak Persib karena perilaku suporter mereka sepanjang musim ini. Akumulasi dari denda terbaru yang wajib dibayarkan oleh manajemen Persib menyentuh angka Rp 455 juta.

Sebelum hukuman ini turun, Persib sudah lebih dulu dijatuhi sanksi oleh AFC. Hukuman tersebut diberikan setelah suporter nekat melakukan invasi ke dalam lapangan saat Persib berlaga di ajang AFC Champions League Two. Akibat insiden di kompetisi Asia tersebut, Persib diwajibkan membayar denda sebesar Rp 3,5 miliar.

Apabila seluruh sanksi finansial tersebut diakumulasikan dalam kurun waktu satu musim, total denda yang menjerat Persib dilaporkan mencapai Rp 5,9 miliar.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, sangat menyayangkan dana sebesar itu harus terbuang sia-sia hanya untuk membayar sanksi. Ia menilai bahwa anggaran tersebut sebenarnya dapat dialokasikan untuk membiayai kebutuhan vital klub.

"Denda itu total kalau dari awal musim kami hitung-hitung tuh mungkin sudah lebih dari Rp5 miliar," kata Adhitia Putra Herawan.

"Itu biaya yang bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup lah," ujar Adhitia menambahkan.

Kekhawatiran mengenai pembengkakan nilai denda kini membayangi Persib menjelang pertandingan pamungkas musim ini melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026). Laga ini tergolong sangat krusial karena menjadi kesempatan bagi Persib untuk mengunci gelar juara tiga kali secara beruntun.

Kondisi tensi tinggi tersebut dikhawatirkan dapat memicu tindakan tidak tertib dari suporter, seperti penyalaan flare, petasan, hingga aksi invasi ke area lapangan. Oleh karena itu, Adhitia meminta kepada seluruh Bobotoh agar merayakan momen tersebut dengan menjaga ketertiban.

"Ya kalau dari kami mengimbau untuk nanti tanggal 23, satu, ini adalah hajat dan perayaan kita semua. Utamakan keselamatan dan selama proses perayaan tolong ikuti aturan dan regulasi yang ada," tutur Adhitia.

Jika aksi pelanggaran kembali terulang pada pertandingan terakhir nanti, jumlah denda yang harus ditanggung Persib dipastikan akan semakin melonjak. Situasi ini tentu merugikan karena dana miliaran rupiah itu seharusnya bisa dialihkan untuk perbaikan fasilitas klub serta modal belanja tim menyongsong musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi