Persib Bandung dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-31 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin (4/5/2026) pukul 15.30 WIB. Dilansir dari Bola, laga ini menjadi momentum krusial bagi Maung Bandung dalam upaya mereka memburu gelar juara musim ini.
Klub asal Jawa Barat ini memiliki catatan impresif dengan rekor tak terkalahkan dalam 18 pertandingan berturut-turut. Persib juga dikenal sangat tangguh di kandang sendiri dengan meraih 14 kemenangan dari 15 laga yang telah dimainkan di GBLA sepanjang musim.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menekankan bahwa raihan poin penuh sangat penting untuk menjaga momentum positif anak asuhnya. Persib sebelumnya berhasil melakukan kebangkitan luar biasa saat mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 4-2 setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.
ÔÇ£Setiap kemenangan itu penting, dengan setiap kemenangan, Anda menjadi pemain yang lebih baik, Anda menjadi tim yang lebih baik,ÔÇØ sebut Hodak.
Juru taktik asal Kroasia tersebut mengapresiasi daya juang para pemainnya yang tidak menyerah meski berada dalam posisi sulit pada pertandingan sebelumnya. Keberhasilan membalikkan keadaan tersebut dinilai menjadi suntikan moral yang besar sebelum menghadapi tantangan dari Laskar Mataram.
ÔÇ£Hal yang baik adalah setelah tertinggal 0-2, para pemain menunjukkan karakter di babak kedua, kami bangkit,ÔÇØ ucap Hodak.
Hodak meyakini timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol ke gawang Bhayangkara FC jika melihat peluang yang tercipta di lapangan. Performa ofensif yang tajam ini diharapkan dapat kembali muncul saat meladeni perlawanan PSIM di hadapan pendukung sendiri.
ÔÇ£Bisa saja lebih dari empat (gol) saya rasa, Bhayangkara bisa saja senang hanya kalah dengan selisih empat gol, dan ini jadi kepercayaan diri ekstra, energi ekstra untuk pertandingan berikutnya,ÔÇØ paparnya.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta datang ke Bandung dengan kondisi yang kurang ideal setelah gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Tim yang dilatih oleh Jean-Paul van Gastel ini mencatatkan tiga kali hasil imbang dan empat kekalahan sejak kemenangan terakhir mereka atas PSBS Biak pada Februari lalu.
Meskipun lawan sedang dalam tren negatif, Hodak tetap waspada mengingat PSIM memiliki organisasi permainan yang solid dan pemain produktif seperti Ze Valente serta Ezequiel Vidal. Persib bahkan gagal menaklukkan PSIM pada pertemuan putaran pertama musim ini.
ÔÇ£Kami fokus pada Jogja (PSIM), tim yang terorganisasi dengan baik, sulit dikalahkan di semua pertandingan mereka, bahkan ketika mereka kalah, mereka kalah dengan selisih satu gol saja,ÔÇØ ujar Hodak.
Kewaspadaan ini didasari oleh etos kerja keras yang ditunjukkan para pemain PSIM di setiap pertandingan mereka. Hodak memprediksi jalannya laga akan berlangsung sengit karena sang lawan memiliki pertahanan yang sulit ditembus meski sering mengandalkan skor tipis.
ÔÇ£Tak ada yang meremehkan mereka, tim yang bekerja sangat keras. Jadi saya memperkirakan pertandingan yang sulit, tapi saya berharap di akhir pertandingan kami akan mendapatkan hasil yang positif,ÔÇØ beber Hodak.
Pertemuan ini juga akan menjadi ujian bagi lini belakang PSIM yang diperkuat kiper muda Cahya Supriadi dalam membendung agresivitas lini serang Persib. Hingga saat ini, hanya Arema FC yang tercatat mampu mencuri satu poin dari markas Persib Bandung di GBLA.