Persib Bandung sukses mencetak sejarah baru di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut berhasil mengunci gelar juara tiga musim berturut-turut sekaligus menegaskan dominasi mereka di pentas nasional.
Kepastian gelar ini didapat setelah Persib Bandung bermain imbang tanpa gol 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5). Seperti dilansir dari Media Indonesia, tambahan satu poin di laga pamungkas sudah cukup bagi Persib untuk mengamankan posisi puncak klasemen akhir.
Skuad asuhan Bojan Hodak sebenarnya berada dalam posisi yang sangat menguntungkan sebelum laga dimulai. Persib hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci trofi juara karena memiliki keunggulan rekor pertemuan atas pesaing terdekatnya, Borneo FC.
Selama pertandingan berlangsung, Persib tampil sangat dominan dalam penguasaan bola. Namun, barisan pertahanan Persijap Jepara bermain dengan sangat disiplin, sehingga sejumlah peluang emas yang tercipta gagal berbuah gol hingga laga usai.
Pada waktu yang bersamaan, Borneo FC meraih kemenangan besar dengan menghancurkan Malut United lewat skor telak 7-1 di Stadion Segiri, Samarinda. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut bahkan sudah unggul 4-0 sejak babak pertama.
Kendati meraih kemenangan besar, hasil tersebut tetap tidak mampu menggeser Persib dari puncak klasemen. Kedua tim menutup kompetisi dengan sama-sama mengoleksi 79 poin, tetapi Persib berhak atas gelar juara berkat keunggulan head-to-head yang menjadi penentu tie break.
Pencapaian pada musim 2025/2026 ini melengkapi supremasi Persib Bandung setelah sempat mengalami penantian panjang sejak 2014. Momentum kebangkitan Maung Bandung dimulai saat mereka menjuarai Liga 1 musim 2023/2024 dengan mengalahkan Madura United di babak final Championship Series.
Kejayaan tersebut berlanjut pada musim 2024/2025 ketika Persib berhasil mempertahankan performa mereka untuk meraih gelar back-to-back champions. Pelatih Bojan Hodak dinilai menjadi aktor penting di balik kedisiplinan dan konsistensi permainan tim asal Jawa Barat ini.
Sejumlah pilar utama seperti Marc Klok, Beckham Putra Nugraha, dan David da Silva menjadi tulang punggung yang tampil konsisten di setiap musim. Dukungan penuh dari Bobotoh di Stadion GBLA juga menjadi faktor krusial dalam menjaga mentalitas bertanding para pemain.
Selain mendominasi kompetisi domestik, status sebagai juara liga membawa Persib tampil di ajang antarklub Asia, AFC Champions League Two. Pengalaman di level internasional tersebut dinilai sangat penting untuk mendewasakan skuad Maung Bandung.
Memasuki musim 2025/2026, manajemen Persib Bandung mulai melakukan regenerasi dengan memberikan menit bermain lebih banyak kepada para pemain muda. Kebijakan tersebut dipadukan dengan mempertahankan pilar inti demi menjaga stabilitas tim hingga akhirnya sukses mengunci gelar hattrick juara.