Persib Bandung dan Borneo FC Berpotensi Jalani Jadwal Padat Musim Depan

Persib Bandung dan Borneo FC Berpotensi Jalani Jadwal Padat Musim Depan
Foto: Ilustrasi Persib Bandung dan Borneo FC Berpotensi Jalani Jadwal Padat Musim Depan.

Persib Bandung dan Borneo FC berpeluang menghadapi kalender pertandingan yang sangat padat pada musim depan. Kedua klub papan atas ini memiliki kesempatan besar untuk bertarung dalam empat kompetisi berbeda secara bersamaan.

Hingga pekan ke-32, Maung Bandung dan Pesut Etam tercatat sama-sama telah mengumpulkan 75 poin. Persaingan perebutan gelar juara diprediksi akan terus memanas hingga pekan terakhir atau pekan ke-34 kompetisi.

Dilansir dari Bola, siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara atau runner-up dipastikan akan menjalani jadwal luar biasa sibuk pada musim 2026-2027. Empat ajang yang berpotensi diikuti meliputi kompetisi level Asia, ASEAN, Piala Indonesia, dan Super League.

Berdasarkan skema yang ada, tim yang menjuarai Super League 2025-2026 akan mendapatkan tiket playoff AFC Champions League (ACL) 2 2026-2027. Sementara itu, tim di posisi kedua akan berlaga di fase grup AFC Challenge League (ACGL) 2026-2027.

Selain kancah Asia, kedua tim dijadwalkan bakal berpartisipasi dalam ASEAN Club Championship (ACC). Sejauh ini, pihak AFF belum melakukan perubahan regulasi terkait syarat peserta turnamen tingkat Asia Tenggara tersebut.

I.League memprediksi bahwa AFF masih mewajibkan perwakilan dari tiap negara adalah klub juara dan runner-up dari liga domestik masing-masing. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memberikan penjelasan mengenai situasi ini.

"Status (liga) kita musim depan tidak berubah, ya. Masih playoff ACL 2 dan juga AFC Challenge. Yang ASEAN (ACC), kalau berkaca kepada regulasi, entry regulation-nya dari kompetisi memang menyebutkan juara dan juga, next best place-nya. Jadi, tim peringkat 1, 2, 3 dan lain-lain," ujar Asep Saputra.

Asep mengakui bahwa regulasi tersebut membuka potensi klub juara dan runner-up Super League musim ini menjadi tim tersibuk. Kondisi ini berbeda dengan kebijakan pada musim 2024-2025 saat operator masih bernama PT Liga Indonesia Baru.

Kala itu, peringkat ketiga dan keempat, yakni Malut United dan Persebaya Surabaya, sempat didorong untuk mengikuti ACC. Alasannya agar juara dan runner-up saat itu bisa lebih fokus pada kompetisi tingkat Asia.

Namun, pihak AFF menolak pengajuan tersebut yang menyebabkan klub asal Indonesia batal tampil di edisi perdana ACC. Kini, tantangan bertambah karena kompetisi domestik juga akan semakin padat dengan rencana digulirkannya Piala Indonesia.

Super League sendiri kemungkinan besar baru akan dimulai pada September mendatang. Jadwal ini disusun dengan mempertimbangkan pelaksanaan Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026 yang digelar sebelumnya.

"Kemarin dalam pertemuan dengan klub-klub disampaikan memang agak berat musim depan. Juara ada potensi, sekali lagi, kalau tak terhindarkan juga harus bermain di banyak kompetisi, salah satunya adalah ASEAN (ACC)," ucap Asep.

Asep menambahkan bahwa musim depan akan menjadi periode yang sangat panjang bagi para pemilik klub. Selain kompetisi AFC, akan ada jeda panjang karena keterlibatan tim nasional di ajang Piala Asia.

"Belum lagi ada aspirasi soal turnamen liga (Piala Indonesia) dan lain-lain, kan. Jadi, memang itu bagaimana kami memastikan menyusun jadwal ini, bisa lebih baik," tutur Asep.

Artikel terkait

Rekomendasi