Persebaya Surabaya sukses memperpanjang rekor impresif dalam derbi Jawa Timur setelah menaklukkan Arema FC dengan skor telak 4-0 pada laga pekan ke-30 Super League 2025-2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (28/4/2026) sore tanpa kehadiran penonton.
Dominasi tim berjuluk Bajul Ijo ini dikonfirmasi melalui empat gol yang seluruhnya tercipta pada babak kedua. Francisco Rivera mencetak dua gol pada menit ke-49 dan 82, disusul torehan Jefferson Silva menit ke-76, serta gol penutup dari Mikael Alfredo Tata pada menit ke-87.
Hasil ini sekaligus mempertahankan catatan Persebaya yang tidak pernah kalah dari sang rival sejak tahun 2019. Dilansir dari Bola, intensitas pertandingan tetap tinggi meski tribun stadion kosong, dengan kedua tim sempat bermain sangat hati-hati pada paruh pertama sebelum Persebaya meningkatkan tempo serangan usai jeda.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares menekankan bahwa kekuatan mental para pemain menjadi kunci kemenangan besar tersebut. Ia menilai anak asuhnya memiliki fokus yang luar biasa meskipun bertanding di tengah atmosfer stadion yang sepi.
"Saya pikir para pemain ketika berada di dalam lapangan, mereka fokus total pada pertandingan. Dan mereka tahu arti bermain melawan Arema. Rivalitas kedua klub sangat besar," ujar Bernardo Tavares.
Tavares menambahkan bahwa determinasi dan keberanian tim lahir dari motivasi internal. Ia melihat para pemain mampu mengabaikan kondisi di luar lapangan untuk tetap tampil maksimal demi menjaga kehormatan klub dalam laga derbi.
"Jadi saya pikir saat pertandingan dimulai, semua pemain dan tim fokus dan melupakan apa yang terjadi di luar lapangan," kata Bernardo Tavares.
Menurut sang pelatih, sikap yang ditunjukkan oleh para penggawa Bajul Ijo tidak berubah meskipun tidak ada dukungan langsung dari suporter di tribun. Kesiapan mental ini membuat tim tetap agresif sepanjang babak kedua untuk membongkar pertahanan lawan.
"Saya pikir tidak ada perbedaan karena mentalitas dan sikap pemain terasa seperti di stadion yang penuh," imbuh Bernardo Tavares.
Kemenangan besar ini diraih di tengah keterbatasan komposisi pemain akibat cedera dan masalah kebugaran. Tavares harus melakukan rotasi posisi, termasuk memainkan Mikael Tata di sektor sayap yang biasanya berperan sebagai bek kiri, serta memasukkan Bruno Moreira yang baru pulih pada menit ke-69.
"Kami tidak punya banyak pilihan. Ada pemain yang bermain di posisi berbeda seperti (Mikael) Tata, biasanya bek kiri tapi di latihan dia kadang berlatih sebagai pemain sayap, dan hari ini Tata menyanggupi posisi itu," kata Bernardo Tavares.
Eksperimen taktik tersebut membuahkan hasil manis ketika Mikael Tata turut menyumbangkan satu gol pada pengujung laga. Tavares berharap fleksibilitas pemain seperti ini dapat terus berkembang untuk memberikan kontribusi positif bagi tim di masa depan.
"Kadang kami memberi kesempatan dan pemain bisa menangkap kesempatan itu. Kami harap hari ini adalah harinya Tata, dan di masa depan bisa pemain lain," sambung Bernardo Tavares.