Presiden Real Madrid Florentino Perez melayangkan kritik tajam terkait persaingan gelar juara Liga Spanyol yang dinilainya tidak adil bagi klubnya. Perez menegaskan bahwa koleksi trofi domestik Madrid seharusnya berjumlah dua kali lipat dari pencapaian saat ini.
Sebagaimana dilansir dari Bola, keberhasilan Madrid meraih tujuh trofi Liga Spanyol di bawah kepemimpinan Perez dianggap belum mencerminkan potensi sebenarnya. Perez merasa terdapat faktor luar yang merugikan posisi klubnya dalam perburuan gelar selama bertahun-tahun.
"Saya memenangi tujuh Liga Champions dan hanya tujuh Liga Spanyol, yang seharusnya bisa menjadi 14, tetapi dicuri dari saya," kata Perez, Presiden Real Madrid.
Pernyataan tersebut merujuk pada dugaan kerugian yang dialami Madrid saat bersaing ketat dengan Barcelona. Manajemen klub dilaporkan telah mengumpulkan dokumentasi dari sejumlah musim ketika mereka gagal juara dengan selisih poin tipis, termasuk musim 2004-2005 hingga 2024-2025.
Komentar sang presiden juga berkaitan erat dengan skandal kasus Negreira yang melibatkan Barcelona. Klub asal Catalunya tersebut menghadapi tuduhan suap sebesar 7,5 juta euro kepada mantan Wakil Presiden Komite Teknik Wasit LaLiga, Jose Maria Enriquez Negreira.
Pada musim 2025-2026, dominasi Barcelona kembali terlihat setelah mereka mengunci keunggulan poin yang signifikan. Kekalahan 0-2 Madrid dalam laga El Clasico di Camp Nou pada pekan ke-35 menjadi titik krusial yang menjauhkan mereka dari puncak klasemen.
Hingga pekan ke-36, Barcelona memimpin kompetisi dengan perolehan 91 poin. Sementara itu, Real Madrid tertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 77 poin dari jumlah pertandingan yang sama.