Memilih produk kosmetik sering kali memicu kebingungan akibat ketidakmampuan membedakan antara skintone dan undertone. Padahal, pemahaman mendalam terhadap keduanya menjadi kunci utama agar riasan wajah tidak terlihat kusam atau tidak alami.
Skintone merupakan warna permukaan kulit yang tertangkap oleh mata secara langsung, sementara undertone adalah rona dasar yang berada di bawah permukaan kulit. Dilansir dari Suara, perbedaan mendasar ini sangat memengaruhi keserasian penampilan seseorang saat mengenakan pakaian atau makeup tertentu.
Kadar melanin dalam tubuh menentukan skintone seseorang sebagai bentuk perlindungan alami terhadap paparan sinar ultraviolet. Di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, skintone masyarakat umumnya berada pada kategori medium hingga deep atau sawo matang.
Karakteristik skintone bersifat fleksibel dan dapat mengalami perubahan akibat faktor eksternal. Paparan sinar matahari yang intens atau prosedur perawatan kulit tertentu bisa membuat warna permukaan kulit tampak lebih gelap atau lebih cerah untuk sementara waktu.
Berbeda dengan warna permukaan, undertone merupakan rona dasar yang terletak pada lapisan kulit yang lebih dalam. Warna dasar ini bersifat permanen sejak lahir dan tidak akan berubah meskipun kulit terpapar sinar matahari atau mengalami perubahan musim.
Mengutip data dari Healthline, variasi undertone dipengaruhi oleh pigmen karoten dan hemoglobin. Hal inilah yang menyebabkan dua individu dengan skintone serupa tetap terlihat berbeda saat menggunakan warna pakaian atau perona pipi yang sama.
Secara umum, terdapat tiga kategori utama undertone yang perlu diketahui:
- Warm (hangat): Memiliki nuansa keemasan, kuning, atau peach yang memberikan kesan kulit terlihat sehat.
- Cool (dingin): Ditandai dengan nuansa pink, kemerahan, atau kebiruan yang memberikan kesan kulit porselen.
- Neutral: Merupakan kombinasi seimbang tanpa dominasi warna kuning atau merah yang mencolok.
Metode Identifikasi Secara Mandiri
Mengidentifikasi kategori kulit dapat dilakukan melalui beberapa metode sederhana di rumah. Langkah paling populer adalah dengan memeriksa warna urat nadi di pergelangan tangan di bawah pencahayaan alami matahari.
Urat nadi berwarna hijau atau zaitun mengindikasikan tipe warm, sedangkan warna biru atau ungu menunjukkan tipe cool. Jika ditemukan campuran kedua warna tersebut, maka dipastikan Anda memiliki undertone neutral.
Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan membandingkan kecocokan perhiasan. Pemilik undertone warm biasanya terlihat lebih bercahaya saat mengenakan emas, sementara perak lebih menonjolkan keindahan mereka yang memiliki undertone cool.
American Academy of Dermatology menyarankan untuk melihat area kulit yang jarang terkena sinar matahari, seperti bagian dalam lengan atas. Langkah ini membantu melihat warna kulit asli yang tidak terpengaruh oleh faktor lingkungan luar.
Pentingnya Ketepatan Memilih Warna
Kesalahan dalam menentukan undertone sering kali mengakibatkan wajah tampak abu-abu atau justru terlalu jingga saat menggunakan foundation. Pemahaman ini memastikan produk riasan menyatu sempurna dengan kulit, bukan sekadar menempel di permukaan.
Selain urusan estetika, dilansir dari Paula's Choice, mengenal karakteristik dasar kulit juga bermanfaat bagi rutinitas perawatan. Beberapa jenis kulit dengan undertone tertentu cenderung lebih rentan mengalami kemerahan atau hiperpigmentasi setelah mengalami iritasi.