Pakar Imunologi Ingatkan Perbedaan Gejala Influenza dan Pilek Biasa

Pakar Imunologi Ingatkan Perbedaan Gejala Influenza dan Pilek Biasa
Foto: Ilustrasi Pakar Imunologi Ingatkan Perbedaan Gejala Influenza dan Pilek Biasa.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk mewaspadai perbedaan antara influenza dan pilek biasa karena risiko komplikasi fatal yang mengintai. Hal ini disampaikan oleh para pakar kesehatan di Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026) guna meluruskan salah kaprah mengenai kedua kondisi tersebut.

Perbedaan mendasar antara kedua gangguan pernapasan tersebut terletak pada tingkat keparahan gejala serta dampak jangka panjang bagi tubuh penderita. Dilansir dari Detik Health, influenza memiliki potensi memicu kegagalan organ yang membahayakan nyawa dibandingkan pilek biasa.

Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi (PERALMUNI), Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, menekankan bahwa intensitas demam merupakan indikator utama untuk membedakan keduanya. Penjelasan medis menunjukkan bahwa penderita influenza biasanya mengalami demam tinggi secara mendadak selama beberapa hari.

"Kalau badan nggak enak sampai demam, itu bisa jadi flu. Kalau hanya bersin dan batuk tanpa demam tinggi, biasanya itu bukan influenza, melainkan pilek biasa," jelas Prof Iris Rengganis, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi (PERALMUNI).

Identifikasi gejala lain mencakup rasa nyeri tubuh yang sangat kuat serta sakit kepala berat pada pasien influenza, sementara pilek biasa cenderung ringan. Selain itu, rasa lemah akibat influenza dapat bertahan hingga satu bulan dan berisiko menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, gagal ginjal, hingga gagal hati.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, dr Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, menambahkan bahwa virus influenza beredar sepanjang tahun di Indonesia dengan dua periode puncak. Riset di Jakarta Timur menunjukkan bahwa 30 persen orang dengan gejala mirip flu terbukti positif terinfeksi influenza.

"Vaksinasi memang tidak mencegah 100 persen kena flu, tetapi sangat efektif untuk mencegah gejala menjadi berat, mencegah rawat inap, hingga mencegah kematian," tegas dr Sukamto Koesnoe, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI.

Pemberian vaksin menjadi langkah preventif krusial mengingat influenza bukan sekadar penyakit musiman di wilayah tropis. Upaya ini difokuskan untuk menekan angka fatalitas dan menurunkan beban fasilitas kesehatan akibat serangan infeksi virus tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi