Penyebab Pusar Ibu Hamil Menonjol dan Cara Mengatasinya

Penyebab Pusar Ibu Hamil Menonjol dan Cara Mengatasinya
Foto: Ilustrasi Penyebab Pusar Ibu Hamil Menonjol dan Cara Mengatasinya.

Bentuk tubuh wanita akan mengalami beragam perubahan unik yang kerap memicu rasa terkejut selama masa kehamilan. Selain ukuran perut yang terus membesar, para ibu hamil biasanya mulai menyadari bagian pusar mereka berubah menjadi lebih menonjol atau bodong.

Kondisi medis tersebut sangat wajar terjadi, terutama ketika usia kandungan sudah semakin tua. Perubahan pada pusar ini merupakan mekanisme alami tubuh dalam menyediakan ruang tambahan bagi perkembangan janin di dalam rahim.

ÔÇ£Peregangan perut dan tekanan dari bayi di dalam dapat membuat puting perut menonjol seperti timer kalkun,ÔÇØ kata Marjorie Greenfield, MD, profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.

Dilansir dari Medcom, transformasi fisik ini umumnya mulai terlihat secara bertahap pada trimester akhir kehamilan. Pada fase tersebut, ukuran bayi semakin membesar sehingga ruang di dalam perut menjadi kian padat.

Tekanan kuat dari rahim yang terus membesar memicu area pusar ikut terdorong ke arah luar. Alhasil, bagian tubuh tersebut tampak jauh lebih menonjol daripada kondisi sebelum hamil.

Saat dinding perut meregang demi mengikuti pertumbuhan janin, kulit beserta jaringan di sekitar pusar akan ikut tertarik. Proses alami inilah yang menyebabkan pusar yang awalnya masuk ke dalam menjadi menonjol keluar.

Bagi sebagian ibu hamil, fenomena fisik ini bersifat sementara dan tidak memicu rasa sakit sama sekali. Kendati demikian, area kulit di sekitar pusar terkadang menjadi jauh lebih sensitif.

Rasa peka yang meningkat ini rentan memicu ketidaknyamanan saat bergesekan dengan kain pakaian. Tekanan dari celana yang terlalu ketat juga bisa memperparah sensitivitas tersebut.

Langkah Tepat Mengurangi Rasa Tidak Nyaman

Pusar yang menonjol pada dasarnya tidak menimbulkan rasa sakit, walaupun kulitnya menjadi lebih sensitif sewaktu bergesekan. Ibu hamil disarankan memakai pakaian berbahan lembut dan longgar di area perut untuk meredakan ketidaknyamanan.

Beberapa wanita juga memilih untuk menggunakan ikat perut atau belly band. Alat bantu ini berfungsi efektif meminimalisasi gesekan langsung antara pusar dengan baju yang dikenakan.

Jika dirasa terlalu sensitif, area pusar dapat ditutupi memakai plester tipis. Langkah ini berguna agar ibu hamil merasa lebih nyaman sekaligus menyamarkan tonjolan dari luar pakaian.

Kabar baiknya, perubahan bentuk perut ini umumnya akan kembali ke kondisi normal setelah persalinan usai. Ukuran perut ibu secara perlahan bakal mengecil kembali seperti sedia kala.

Waktu yang Tepat untuk Menghubungi Tenaga Medis

Kondisi pusar yang menonjol keluar adalah hal yang normal sehingga tidak perlu dicemaskan berlebihan. Walau umumnya aman, ibu hamil tetap harus waspada jika mendapati adanya tonjolan tambahan berukuran kecil di sekitar area pusar.

Pada sejumlah kasus yang cukup jarang ditemukan, tonjolan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan hernia umbilikal. Masalah medis ini terjadi saat sebagian kecil organ usus menekan keluar menembus dinding perut.

Jika tonjolan dirasa semakin membesar, menimbulkan rasa nyeri, atau memperlihatkan tampilan yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Langkah penanganan ini penting guna memastikan kondisi kehamilan tetap aman.

Meski demikian, sebagian besar kasus hernia umbilikal yang terjadi selama masa kehamilan dapat membaik dengan sendirinya. Gangguan ini juga terkadang hanya memerlukan tindakan medis ringan setelah proses melahirkan selesai.

Artikel terkait

Rekomendasi