Mengenal Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Mengatasinya
Foto: Ilustrasi Mengenal Penyebab Jerawat di Telinga dan Cara Mengatasinya.

Jerawat tidak hanya tumbuh pada area wajah, dada, atau punggung. Masalah kulit ini juga dapat berkembang di bagian dalam telinga, termasuk area daun hingga liang telinga.

Kemunculan benjolan kecil yang disertai rasa nyeri ini sering kali memicu ketidaknyamanan, terutama ketika mengenakan earphone, menyentuh telinga, atau saat tidur miring. Masalah ini tergolong umum dan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Kabar baiknya, mayoritas kasus jerawat di area ini dapat dirawat secara mandiri di rumah melalui penanganan sederhana yang dilakukan secara saksama, seperti dilansir dari Wolipop.

Penyumbatan pori-pori oleh minyak alami kulit atau sebum, sel kulit mati, serta infeksi bakteri menjadi penyebab utama terbentuknya jerawat. Kondisi tersebut memicu peradangan yang menghasilkan benjolan kemerahan, bahkan terkadang mengandung nanah.

Folikel rambut dan kelenjar yang memproduksi minyak serta serumen atau kotoran telinga banyak terdapat pada liang telinga bagian luar. Pori-pori sangat rentan tersumbat apabila produksi minyak berlebih atau kebersihan area telinga kurang diperhatikan.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemunculan Jerawat

Terdapat sejumlah kebiasaan dan kondisi spesifik yang berpotensi menaikkan risiko timbulnya jerawat di area telinga:

  • Penumpukan sebum berlebih yang bercampur dengan sel kulit mati sehingga menyumbat pori-pori.
  • Perkembangan bakteri di liang telinga yang berpindah melalui tangan atau benda-benda kotor.
  • Kebiasaan memasukkan jari ke dalam telinga dalam kondisi tangan yang tidak steril.
  • Penggunaan earphone atau headphone yang jarang dibersihkan secara rutin, sehingga menjadi sarang keringat dan bakteri.
  • Kondisi stres yang memicu fluktuasi hormonal dan meningkatkan produksi minyak kulit.
  • Perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas, siklus menstruasi, atau kehamilan.

Apabila benjolan jerawat tersebut terus membesar, memicu nyeri hebat, dan dipenuhi oleh nanah, maka kondisinya dapat berkembang menjadi bisul.

Larangan Memencet Jerawat Telinga

Memencet jerawat yang tumbuh di dalam telinga sangat tidak direkomendasikan meskipun keberadaannya terasa sangat mengganggu. Tindakan menekan benjolan justru berisiko mendorong bakteri dan cairan nanah masuk lebih dalam ke jaringan kulit.

Dampaknya, peradangan dapat semakin parah, rasa sakit meningkat, serta memperbesar peluang terbentuknya jaringan parut atau bekas luka. Pada beberapa kasus, memencet jerawat ini juga memicu komplikasi berupa infeksi berat.

Metode Penanganan yang Aman

Beberapa langkah perawatan sederhana berikut dapat diterapkan untuk meredakan jerawat di telinga:

  • Kompres hangat menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10 hingga 15 menit untuk melunakkan benjolan dan mendorong nanah keluar secara alami.
  • Menjaga kebersihan area luar telinga dengan lembut tanpa mengorek bagian liang telinga terlalu dalam.
  • Membersihkan perangkat audio seperti earphone dan headphone secara berkala menggunakan alkohol atau tisu antiseptik.
  • Penggunaan obat jerawat oles seperti benzoyl peroxide atau tretinoin sesuai dengan petunjuk dan rekomendasi dokter.
  • Konsumsi obat-obatan atau antibiotik yang diresepkan oleh dokter jika jerawat memicu nyeri hebat atau terjadi berulang kali.

Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua benjolan yang muncul di telinga merupakan jerawat. Beberapa penyakit kulit lain seperti kista epidermoid, keloid, infeksi jamur, psoriasis, hingga jenis kanker kulit tertentu memiliki tampilan yang menyerupai jerawat.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Guna meminimalkan risiko kemunculan jerawat di telinga, beberapa tindakan preventif yang bisa diterapkan antara lain menggunakan pembersih lembut yang sesuai dengan pH kulit serta menghindari kebiasaan menggosok kulit terlalu keras. Selain itu, hindari menyentuh telinga dengan tangan kotor, bersihkan perangkat telepon serta headset secara berkala, dan kelola tingkat stres dengan baik.

Apabila benjolan terasa sangat sakit, terus membesar secara signifikan, atau tidak kunjung membaik dalam waktu lama, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit atau dokter THT untuk mendapatkan diagnosis akurat serta penanganan medis yang tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi