Jerawat yang timbul menjelang masa menstruasi atau saat Premenstrual Syndrome (PMS) menjadi persoalan kulit yang kerap dialami banyak perempuan. Kondisi ini umumnya memicu kulit menjadi lebih berminyak, sensitif, hingga mengalami peradangan.
Masalah kulit ini biasanya muncul pada area dahi, pipi, rahang, atau dagu beberapa hari sebelum siklus haid dimulai. Dilansir dari Popbela, kemunculan jerawat tersebut tetap dapat mengganggu penampilan meski seseorang sudah rutin menggunakan produk perawatan kulit.
Penyebab utama munculnya jerawat saat PMS adalah fluktuasi hormon di dalam tubuh. Kadar hormon estrogen akan menurun menjelang menstruasi, sementara hormon progesteron justru mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut memicu kelenjar minyak memproduksi sebum secara berlebih. Ketika minyak berlebih ini bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati, pori-pori kulit akan tersumbat dan memicu timbulnya jerawat.
Selain itu, kenaikan hormon androgen menjelang haid juga merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Faktor hormonal ini yang menyebabkan jerawat PMS sering terkonsentrasi pada area wajah bagian bawah seperti rahang dan dagu.
Guna membantu mengatasinya, bersihkan wajah dengan sabun khusus kulit berminyak dan berjerawat. Pilih produk perawatan yang mengandung salicylic acid atau niacinamide, serta kurangi kebiasaan menyentuh area wajah.
2. Lonjakan Produksi Minyak Alami
Kulit wajah biasanya akan terasa jauh lebih berminyak daripada hari-hari biasa ketika memasuki fase PMS. Produksi sebum yang melonjak drastis membuat permukaan wajah tampak mengilap dan menjadi sangat rentan terhadap komedo maupun jerawat.
Minyak alami pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit wajah. Namun, jumlah sebum yang terlalu banyak justru mempermudah penyumbatan pada pori-pori kulit.
Situasi ini dapat semakin parah jika kulit terpapar oleh polusi, debu, dan sisa kosmetik. Minyak berlebih saat PMS juga berpotensi membuat riasan wajah lebih cepat luntur dan menumpuk di pori-pori apabila tidak dibersihkan secara total.
Langkah pencegahannya dapat dilakukan dengan membersihkan wajah dua kali sehari. Gunakan toner untuk mengontrol kadar minyak dan pilih kosmetik yang bersifat non-comedogenic agar pori-pori tidak tersumbat.
3. Pengaruh Stres dan Perubahan Suasana Hati
Fase PMS tidak hanya memberikan dampak pada kondisi fisik, melainkan juga memengaruhi stabilitas emosi. Banyak perempuan mengalami kecemasan, mudah marah, hingga perubahan suasana hati yang drastis menjelang masa menstruasi.
Kondisi stres tersebut tanpa disadari memicu tubuh memproduksi hormon kortisol. Hormon kortisol ini memiliki peran dalam merangsang kulit untuk memproduksi minyak dalam jumlah yang lebih banyak.
Ketika berada di bawah tekanan stres, seseorang juga cenderung mengabaikan pola hidup sehat. Kebiasaan buruk seperti tidur terlalu larut, malas membersihkan wajah, atau mengonsumsi makanan manis secara berlebih dapat memperburuk kondisi jerawat hormonal.
Masalah ini dapat diredakan dengan memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Melakukan olahraga ringan serta meluangkan waktu untuk relaksasi juga efektif untuk menenangkan pikiran dan tubuh.
4. Konsumsi Makanan yang Tidak Seimbang
Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu atau cravings kerap muncul saat seseorang mengalami PMS. Makanan yang paling sering diburu adalah jenis makanan manis, cokelat, gorengan, serta makanan cepat saji.
Konsumsi makanan yang tinggi kandungan gula dan lemak secara berlebihan dapat memicu reaksi peradangan pada jaringan kulit. Makanan tinggi gula juga mampu menyebabkan lonjakan kadar insulin yang memengaruhi produktivitas minyak wajah.
Kondisi kulit juga akan terlihat lebih kusam dan mudah mengalami breakout akibat kurangnya asupan buah, sayur, serta air putih. Kesehatan kulit saat PMS dapat dijaga dengan memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan membatasi asupan berminyak atau manis.
5. Kelalaian dalam Menjaga Kebersihan Kulit
Tingkat sensitivitas kulit wajah cenderung meningkat dan lebih mudah mengalami iritasi selama masa PMS. Bakteri penyebab jerawat akan berkembang biak lebih cepat apabila kebersihan permukaan wajah tidak terjaga dengan optimal.
Beberapa kebiasaan harian yang buruk dapat memperparah penyebaran jerawat di wajah. Contohnya adalah jarang membasuh muka, menggunakan alat rias yang kotor, hingga membiarkan sarung bantal tidak diganti dalam waktu lama.
Tindakan memencet jerawat secara sengaja juga berisiko tinggi memperparah infeksi dan meninggalkan bekas luka permanen pada kulit. Oleh karena itu, disiplin dalam menjaga kebersihan menjadi kunci utama menekan pertumbuhan jerawat PMS.
Pastikan untuk selalu mencuci muka secara teratur setelah beraktivitas. Bersihkan aplikator makeup seperti spons dan kuas secara berkala, serta ganti sarung bantal tidur Anda secara rutin untuk menjaga higienitas kulit.