Pengantin di Subang Gunakan Tradisi Sisingaan Saat Resepsi Pernikahan

Pengantin di Subang Gunakan Tradisi Sisingaan Saat Resepsi Pernikahan
Foto: Ilustrasi Pengantin di Subang Gunakan Tradisi Sisingaan Saat Resepsi Pernikahan.

Pasangan pengantin Fitri Aprianti dan Muhamad Rifki Mawardi menarik perhatian publik setelah mengusung kesenian tradisional Sisingaan dalam prosesi pernikahan mereka di Grant House Subang, Jawa Barat, pada 05 Mei 2025. Dilansir dari Wolipop, aksi tersebut menjadi viral di media sosial TikTok setelah diunggah oleh akun @akunkitaaja25.

Video yang telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali tersebut memperlihatkan kedua mempelai duduk di atas sepasang patung singa berwarna kuning cerah. Patung-patung tersebut digotong oleh para penari profesional sebagai bagian dari rangkaian acara setelah prosesi akad nikah selesai dilaksanakan.

"Baru bisa upload hihi Wedding 25.05.2025 ­ƒÿì @rifkimawarrr_di @fitriap__ #weddingday #sisingaan," tulis akun TikTok @akunkitaaja25.

Unggahan tersebut memancing rasa penasaran dari para pengguna media sosial yang menanyakan asal-usul tradisi tersebut.

"Ini adat apa ges?" penasaran akun @nrhsnh_0┬╣.

Warganet lainnya menyoroti ekspresi kegembiraan yang terpancar dari wajah pengantin pria saat mengikuti prosesi adat tersebut.

"Penganten cowoknya semangat banget wkwk pasti ini momen yg sangat amat dia nantikan deh ­ƒÿ¡­ƒÿ¡," ujar akun @Tadikagakmesra.

Beberapa penonton video juga menyatakan ketertarikan mereka untuk mencoba tradisi serupa di acara pernikahan mereka sendiri.

"Nyesel ihhh waktu nikah di tawarin mamahku naik sisingaan gini aku nolak ­ƒÿà ehh skrng udh nikah malah pengen," timpal akun @Anisaaa.

Fitri Aprianti, mempelai wanita berusia 26 tahun, menjelaskan bahwa penggunaan Sisingaan merupakan upaya untuk menghormati budaya lokal asal Subang. Menurut Fitri, arak-arakan tersebut hanya dilakukan untuk membawa mereka menuju area pelaminan.

"Jadi itu video kits naik singa setelah akad nikah itu hanya dari depan ke depan pelaminan aja," ungkap Fitri.

Fitri merinci bahwa acara pernikahan tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan memadukan unsur tradisional dan modern.

"Acara dilaksanakan pada 05 Mei 2025 dan di Grant House Subang," ujar Fitri.

Meskipun terdapat sesi Sisingaan yang kental dengan adat Sunda, tema besar resepsi tetap mengacu pada gaya pernikahan modern agar sesuai dengan durasi waktu yang tersedia.

"Mungkin banyak juga yang memakai sisingaan dan pada saat resepsi tema nya lebih ke modern wedding pada umumnya karena acaranya nya di aksanakan pada pukul 14.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB," jelas Fitri.

Artikel terkait

Rekomendasi