Francesco Pecco Bagnaia Ungkap Trauma Mendalam usai Tabrakan Beruntun MotoGP Catalunya

Francesco Pecco Bagnaia Ungkap Trauma Mendalam usai Tabrakan Beruntun MotoGP Catalunya
Foto: Ilustrasi Francesco Pecco Bagnaia Ungkap Trauma Mendalam usai Tabrakan Beruntun MotoGP Catalunya.

Balapan MotoGP Catalunya pada Minggu (17/5/2026) menyisakan trauma psikologis mendalam bagi Juara Dunia bertahan, Francesco Pecco Bagnaia, setelah terjadi tabrakan beruntun di lintasan.

Pembalap pabrikan Ducati tersebut mewarisi podium ketiga setelah Joan Mir mendapat penalti, seperti diberitakan oleh Suara.

Kendati demikian, Bagnaia enggan merayakan hasil tersebut karena menganggap balapan akhir pekan itu berjalan mengerikan layaknya zona bencana.

Insiden bermula ketika balapan dimulai kembali pasca-kecelakaan antara Alex Marquez dan Pedro Acosta. Di tikungan pertama, Johann Zarco menabrak Luca Marini hingga memicu tabrakan beruntun yang ikut menyeret Bagnaia jatuh ke aspal.

Meski banyak pihak menyalahkan Zarco, Bagnaia justru membela pembalap asal Prancis tersebut karena melihat adanya kegagalan teknis pada motor Honda RC213V.

"Melihat kembali insiden itu, saya harus katakan Zarco tidak melakukan kesalahan apa pun. Perilaku motornya sangat aneh: dia sudah mengerem lebih awal, tetapi motornya tidak mau berhenti. Pasti terjadi sesuatu (pada motornya)," ungkap Bagnaia dilansir dari Paddock-GP.

Kondisi Cedera Parah Johann Zarco

Bagnaia mengaku terpukul secara mental setelah melihat secara langsung dampak fisik yang dialami oleh Zarco di area sirkuit.

"Begitu saya bangun dan melihat kakinya, serta rasa sakit luar biasa yang dia alami... itu adalah pukulan mental yang sangat berat bagi saya," kenang Bagnaia dengan nada getir.

Tim LCR Honda mengonfirmasi bahwa Zarco mengalami cedera parah pada ligamen krusiat anterior dan posterior, kerusakan meniskus medial, serta robekan tulang betis di bagian pergelangan kaki.

Kritik Terhadap Regulasi Start Ketiga

Pihak penyelenggara tetap memutuskan melakukan restart untuk ketiga kalinya meski kondisi para pembalap sudah babak belur.

Bagnaia tetap melanjutkan balapan sepanjang 12 lap demi menghormati kontrak dan sponsor, walaupun harus menahan rasa pusing yang parah saat melakukan pengereman.

"Setelah tiga lap, saya mulai merasa tidak beres. Kepala saya berputar setiap kali melakukan pengereman keras dan deselerasi. Mungkin saya sebenarnya sudah tidak dalam kondisi siap untuk balapan," jujur Bagnaia.

Kondisi ini membuat Bagnaia melayangkan kritik tajam terhadap regulasi keselamatan MotoGP demi melindungi nyawa para pembalap.

"Saya rasa kita butuh aturan tegas yang melarang adanya start ketiga setelah terjadi dua kecelakaan besar," tegasnya sambil menggebrak meja secara kiasan terkait isu keselamatan.

Ia juga menyayangkan absennya banyak pembalap di Komisi Keselamatan, yang membuat suara para pembalap melemah di tengah risiko motor yang makin cepat dan berbahaya.

Artikel terkait

Rekomendasi