Anggota Parlemen AS Desak FIFA Subsidi Transportasi Piala Dunia 2026

Anggota Parlemen AS Desak FIFA Subsidi Transportasi Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Anggota Parlemen AS Desak FIFA Subsidi Transportasi Piala Dunia 2026.

Anggota parlemen Amerika Serikat mendesak organisasi sepak bola dunia FIFA untuk menanggung subsidi biaya transportasi bus menuju stadion selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran terkait melambungnya tarif angkutan bagi para penggemar yang akan menyaksikan pertandingan.

Permintaan subsidi tersebut berfokus pada rute bus yang melayani akses langsung ke berbagai stadion tempat laga berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Masalah ini mencuat lantaran pemerintah AS menyatakan keengganannya untuk menanggung beban finansial operasional transportasi tersebut sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Berdasarkan catatan kesepakatan awal yang ditandatangani pada 2018, layanan transportasi bagi pemegang tiket pertandingan seharusnya tersedia secara gratis. Namun, pada tahun 2023 terjadi revisi perjanjian yang mengizinkan kota-kota penyelenggara memungut tarif dari penonton asalkan dalam batas harga yang wajar.

Kondisi ekonomi saat ini memperburuk situasi dengan adanya lonjakan harga tiket bus ke stadion akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan ini dipicu oleh eskalasi konflik dan perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah, sehingga berdampak pada biaya logistik di Amerika Serikat.

Salah satu kenaikan harga yang paling signifikan terlihat pada rute menuju Stadion Gillette di Massachusetts. Tarif bus yang semula hanya sebesar 8 USD dilaporkan meroket hingga 10 kali lipat menjadi 80 USD untuk sekali perjalanan.

Menanggapi situasi tersebut, pihak FIFA direncanakan segera melakukan koordinasi dan diskusi mendalam dengan otoritas kota-kota penyelenggara Piala Dunia 2026 di AS. Organisasi tersebut meminta para penyelenggara lokal untuk melakukan peninjauan kembali terhadap struktur harga tiket transportasi yang diberlakukan.

FIFA memberikan arahan agar penyesuaian tarif tetap dimungkinkan untuk mengantisipasi kenaikan biaya operasional di lapangan. Meski demikian, otoritas sepak bola tersebut menekankan agar angka kenaikan harga tiket tetap berada dalam batas toleransi yang tidak membebani para suporter.

Artikel terkait

Rekomendasi