Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Emas dan Rekor Dunia di Sanya

Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Emas dan Rekor Dunia di Sanya
Foto: Ilustrasi Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Emas dan Rekor Dunia di Sanya.

Tim nasional panjat tebing Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak dalam ajang Asian Beach Games 2026 yang berlangsung di Sanya, China. Prestasi gemilang ini tercatat secara resmi pada Kamis (30/4/2026) melalui kemenangan di nomor speed relay putri sekaligus pemecahan rekor dunia baru.

Dilansir dari Kompas, pasangan atlet putri Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih menjadi aktor utama di balik raihan medali emas tersebut. Keduanya tampil dominan di partai final nomor speed relay putri dengan mencatatkan waktu 13,76 detik, melampaui rekor dunia yang ada sebelumnya.

Performa impresif pasangan Indonesia tersebut sekaligus menumbangkan wakil Korea Selatan, Jeong Jimin dan Hanaerum Sung, yang harus puas di posisi kedua dengan catatan waktu 16,50 detik. Sementara itu, pada sektor putra, pasangan Antasyafi Robby All Hilmi dan Raharjati Nursamsa berhasil menyumbangkan medali perak di nomor relay putra.

Keberhasilan di nomor beregu ini melengkapi pencapaian individu Antasyafi yang sebelumnya telah lebih dulu mengamankan medali perak pada nomor speed individual putra. Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi para atlet di lapangan.

ÔÇ£Saya mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh atlet yang bermain di Asian Beach Games Sanya 2026,ÔÇØ katanya dikutip dari ANTARA, Kamis (30/4/2026).

Pencapaian medali emas ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Desak Made Rita mengingat statusnya sebagai debutan dalam ajang tersebut. Kemenangan ini juga diproyeksikan sebagai modal berharga untuk menghadapi kompetisi internasional mendatang, termasuk Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

ÔÇ£Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung merebut emas,ÔÇØ tuturnya.

Desak berharap hasil positif di China ini menjadi pemantik semangat untuk meraih target-target besar selanjutnya dalam kalender kompetisi internasional. Penegasan target masa depan tersebut menjadi fokus utama sang atlet dalam fase persiapan berikutnya.

ÔÇ£Semoga menjadi awal yang baik untuk target berikutnya,ÔÇØ tambahnya.

Ambisi serupa juga disuarakan oleh Antasyafi Robby All Hilmi yang menargetkan diri untuk bisa berkompetisi di panggung tertinggi olahraga dunia. Setelah meraih medali perak, ia optimistis terhadap perkembangan kemampuan teknis dan mentalitas bertanding tim Indonesia.

ÔÇ£Semoga kami bisa terus berkembang hingga menembus Olimpiade,ÔÇØ ucapnya.

Pengalaman bertanding di Sanya dinilai sangat krusial bagi Antasyafi untuk mengasah stabilitas performa di level elite. Ia menekankan pentingnya konsistensi agar mampu bersaing secara kompetitif dengan atlet-atlet terbaik dari negara lain.

ÔÇ£Ke depan kami ingin tampil lebih konsisten dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,ÔÇØ katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi