Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji yang menggambarkan perjuangan melawan godaan setan. Artikel ini akan memandu Anda memahami tata cara, waktu pelaksanaan yang tepat, serta bacaan doa melempar jumrah agar ibadah haji berjalan lancar dan sah sesuai syariat.
Yang Dibutuhkan:
- 7 batu kerikil untuk setiap kali sesi lontaran jumrah
- Kondisi fisik yang sehat dan pemahaman urutan jamarat
Waktu Pelaksanaan:
Sebelum memulai, perhatikan ketentuan waktu pelaksanaan berikut:
- Tanggal 10 Zulhijah: Mengutamakan waktu mulai fajar hingga tergelincirnya matahari untuk jumrah Aqabah (Kubra). Jika terhalang, boleh dilakukan hingga fajar tanggal 11 Zulhijah.
- Hari Tasyrik (Tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah): Dilakukan untuk jumrah Ula (Sugra), Wustha (Tsani), dan Aqabah (Kubra). Diutamakan mulai tergelincir matahari hingga terbenam. Boleh dilakukan malam hari hingga Subuh atau sebelum tenggelam matahari tanggal 13 Zulhijah jika ada sebab yang menghalangi.
Peringatan Penting: Melontar dengan tujuh kerikil sekaligus dalam satu gerakan hanya akan dihitung sebagai satu lontaran. Pastikan Anda melemparkannya satu per satu secara terpisah. Hukum melempar jumrah adalah wajib, sehingga jika ditinggalkan tanpa uzur syar'i akan dikenakan dam atau fidyah (denda).
Tata Cara Melempar Jumrah:
- Pastikan kerikil yang Anda lempar mengenai objek jumrah (marma) dan masuk ke dalam lubang marma.
- Lemparkan setiap jumrah dengan menggunakan 7 kerikil, di mana setiap lontaran dilakukan satu per satu dengan satu kerikil.
- Lakukan pelemparan jamarat dengan urutan yang benar, dimulai dari jumrah Sugra, kemudian jumrah Wustha, dan diakhiri di jumrah Kubra.
Bacaan Doa Saat Melempar Jumrah:
Pada setiap lontaran kerikil di masing-masing jumrah, dianjurkan membaca doa berikut:
Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å
Bismill─ühi, All─ühu Akbar.