Kementerian Haji dan Umrah Rilis Panduan Niat Ihram dan Ragam Doa

Kementerian Haji dan Umrah Rilis Panduan Niat Ihram dan Ragam Doa
Foto: Ilustrasi Kementerian Haji dan Umrah Rilis Panduan Niat Ihram dan Ragam Doa.

Memulai ibadah haji memerlukan pemahaman mendasar mengenai niat ihram sebagai pintu masuk yang menentukan keabsahan seluruh rangkaian ritual di Tanah Suci. Dilansir dari Cahaya, Buku Doa & Dzikir Haji dan Umrah resmi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan bahwa niat merupakan wujud penyerahan diri secara total kepada Allah SWT.

Setiap calon jemaah perlu memahami jenis-jenis niat haji beserta doanya guna meraih kekhusyukan sejak awal keberangkatan. Berikut adalah bacaan niat ihram dan haji berdasarkan jenis ibadah yang dipilih:

Haji Ifrad dilakukan dengan mendahulukan ibadah haji tanpa melaksanakan umrah. Bacaan niatnya adalah sebagai berikut:

"Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta'ala."

Niat Haji Qiran

Haji Qiran merupakan metode ibadah yang menggabungkan pelaksanaan haji dan umrah secara bersamaan. Berikut adalah bacaan niatnya:

┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ¡┘ÆÏ▒┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘Å Ï¿┘É┘ç┘É┘à┘ÄϺ ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë

"Aku niat melaksanakan haji dan umrah serta berihram untuk keduanya karena Allah Ta'ala."

Niat Ihram dengan Syarat (Isytirat)

Kemudahan diberikan dalam ajaran Islam bagi jemaah yang mengalami keterbatasan fisik atau sedang dalam kondisi sakit. Jemaah dengan kondisi tersebut dianjurkan untuk melafalkan niat ihram bersyarat.

Berikut bacaan niat ihram dengan syarat:

┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ¡┘ÆÏ▒┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘Å Ï¿┘É┘ç┘É ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë ┘ü┘ÄÏÑ┘É┘å┘Æ Ï¡┘ÄÏ¿┘ÄÏ│┘Ä┘å┘É┘è Ï¡┘ÄϺϿ┘ÉÏ│┘î F┘Ä┘à┘ÄÏ¡┘É┘ä┘æ┘É┘è Ï¡┘Ä┘è┘ÆÏ½┘Å Ï¡┘ÄÏ¿┘ÄÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘å┘É┘è

Navaitul hajja va ahramtu bihi lillahi ta'ala, fa in habasani habisun famahilli haitsu habastani

"Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta'ala. Jika aku terhalang oleh suatu rintangan, maka tempat tahallulku adalah di mana Engkau menahanku."

Penerapan niat ini memberikan kelonggaran hukum bagi jemaah. Jika jemaah terpaksa menghentikan ibadah akibat uzur syar'i, mereka diperbolehkan berhenti tanpa kewajiban membayar denda atau dam.

Doa Setelah Berihram

Jemaah dianjurkan memantapkan batin dengan memanjatkan doa setelah melafalkan niat ihram agar ibadahnya diterima.

Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan:

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÅÏ¡┘ÄÏ▒┘æ┘É┘à┘Å N┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘É┘è ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘æ┘É ┘à┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ▒┘æ┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ¡┘ÆÏ▒┘É┘à┘É ┘ü┘ÄϺÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Æ┘å┘É┘è ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Ä Ïº┘äÏ▒┘æ┘ÄϺϡ┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä

Allahumma inni uharrimu nafsi min kulli ma harramta 'alal muhrimi farhamni ya arhamar rahimin

"Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala apa yang Engkau haramkan bagi orang yang berihram, maka kasihanilah aku wahai Tuhan Yang Maha Penyayang."

Kemudahan dalam Melafalkan Doa

Panduan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memberikan beberapa poin kelonggaran terkait pembacaan doa bagi jemaah:

Jemaah tidak diwajibkan untuk menghafal seluruh naskah doa.

Jemaah diperbolehkan membaca doa secara langsung dari buku panduan.

* Jemaah diperkenankan melafalkan doa menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami.

Pemahaman menyeluruh terhadap niat haji ifrad, niat haji qiran, hingga niat khusus bagi jemaah sakit menjadi kesiapan penting demi kelancaran perjalanan spiritual menuju haji mabrur.

Artikel terkait

Rekomendasi