Hotel Fairmont Jakarta menyelenggarakan pameran pernikahan bertajuk A Garden of Everlasting Heritage yang memadukan konsep tradisional Nusantara dan sentuhan internasional pada Sabtu dan Minggu, 2-3 Mei 2026. Acara yang digelar di Grand Ballroom ini menampilkan berbagai instalasi dekorasi megah dari vendor-vendor prestisius, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Pameran hasil kolaborasi The PRIME Conceptor dan DAO Wedding ini bertujuan memfasilitasi calon pengantin untuk mengeksplorasi detail artistik serta narasi perjalanan cinta melalui warisan budaya. Konseptor acara berusaha menghadirkan sinkronisasi antara estetika alam dengan keragaman tradisi yang dikemas secara modern.
Ferdi Wong selaku konseptor pameran menjelaskan bahwa tema tahun ini bertujuan untuk menyatukan dua preferensi yang sedang diminati oleh pasangan muda masa kini. Penyelenggara berupaya menyatukan elemen alam sebagai penghubung antara budaya lokal dan tren global.
ÔÇ£Dengan ide The Garden of Everlasting Heritage, kami ingin mensinkronisasi benang merah antara pernikahan tradisional dan internasional, di mana elemen yang kami bawa itu adalah nature atau alam,ÔÇØ katanya, saat ditemui di The Opening of The Garden of Everlasting Heritage, Where Traditions and Timeless Love Blossom, di Fairmont Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
Ferdi memaparkan bahwa pemilihan konsep ini didasarkan pada profil pasar Fairmont Jakarta yang didominasi oleh penyelenggaraan pernikahan adat, khususnya dari wilayah Jawa dan Sumatera. Hal ini mendasari kehadiran dekorasi khusus yang merepresentasikan identitas keraton dan aristokrasi Sumatera.
ÔÇ£Market dari Fairmont kebetulan itu banyak menggelar pernikahan adat Jawa, dan juga Sumatera. Kami hadirkan juga dekorasi dari RumahKampung bertema The Royal Keraton Garden dan The Sriwijaya Court oleh Suryo Decor,ÔÇØ ujarnya.
Pameran ini menampilkan enam instalasi utama, termasuk The Impressionist Garden yang terinspirasi dari karya pelukis Claude Monet. Konsep visual yang menghadirkan nuansa tenang taman Eropa ini disebut masih menjadi tren yang sangat diminati oleh publik dalam beberapa tahun terakhir.
ÔÇ£Dua tahun terakhir konsep sejarah Monet itu diangkat terus. Bahkan art museum immersive di luar negeri, seperti di Korea, Singapura, dan Jepang itu bentuknya itu Monet Water Lily Pond dan lain-lain,ÔÇØ katanya.
Selain instalasi visual, penyelenggara melakukan kurasi ketat terhadap seluruh vendor yang terlibat untuk memastikan keselarasan visi dengan standar hotel. Setiap vendor ditempatkan pada area yang sesuai dengan kekuatan estetika masing-masing guna menciptakan pengalaman imersif bagi pengunjung.
ÔÇ£Proses kurasi vendornya juga bersama Fairmont dan kami cari yang sevisi. Setiap vendor kami tempatkan di masing-masing area dengan strength mereka masing-masing tapi dengan satu visi yang sama,ÔÇØ tuturnya.
Seluruh area pameran terhubung melalui paviliun sentral bertajuk Bloom of an Orchid yang menggunakan simbol bunga anggrek sebagai representasi harmoni antara budaya Timur dan Barat. Pameran ini juga dilengkapi dengan berbagai sesi inspirasi dan penawaran promosi digital bagi para calon pengantin.