Chelsea dipaksa menyerah dengan skor 1-3 saat menjamu Nottingham Forest dalam pertandingan pekan ke-35 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion Stamford Bridge pada Senin (4/5/2026) malam WIB. Kekalahan tim tuan rumah dipastikan oleh dwigol Taiwo Awoniyi dan eksekusi penalti Igor Jesus.
Dilansir dari Bola, tim tamu unggul cepat lewat aksi Awoniyi pada menit ke-2 sebelum Jesus menggandakan kedudukan di menit ke-15. Nottingham menambah gol lagi di awal babak kedua, sementara Chelsea baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui tendangan salto Joao Pedro saat memasuki masa tambahan waktu.
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menyampaikan rasa kecewanya terhadap performa skuat asuhannya yang dinilai tidak menunjukkan level permainan semestinya pada awal laga. Ia menekankan bahwa kebobolan di menit-menit awal merusak mentalitas bertanding timnya.
"Sangat kecewa dengan performanya, kecewa dengan hasilnya, saya rasa kami tidak pernah mencapai level permainan kami yang sebenarnya mampu kami capai hari ini." ujar McFarlane, pelatih interim Chelsea.
McFarlane menilai anak asuhnya tidak mampu bangkit setelah lawan mencetak gol dengan sangat cepat pada awal babak pertama.
"Menurut saya, 15 menit pertama kami sama sekali tidak berada di level yang seharusnya. Gol cepat itu seperti pukulan telak dan kami sepertinya tidak bisa pulih dari momen itu," ujar McFarlane, pelatih interim Chelsea.
Kurangnya koordinasi di lini pertahanan dalam mengantisipasi umpan silang menjadi sorotan utama sang pelatih. Nottingham Forest berhasil memanfaatkan celah di tiang jauh pertahanan Chelsea untuk menciptakan keunggulan signifikan.
"Itu situasi tiga lawan satu di tiang belakang. Kita tahu mereka suka melakukan umpan silang ke tiang belakang, kita tahu pemain nomor 9 suka bergerak ke tiang belakang dan kita seharusnya bisa bertahan lebih baik di momen itu. Benar-benar mengecewakan," sambung McFarlane, pelatih interim Chelsea.
Ekspektasi tinggi McFarlane merujuk pada performa solid pertahanan mereka dalam laga sebelumnya, namun stabilitas tersebut tidak tampak dalam pertandingan kontra Nottingham Forest.
"Saya pikir kita bertahan dengan sangat baik di momen itu [melawan] Leeds di Wembley dan saya rasa kita tidak cukup pulih dari momen itu," ujar McFarlane, pelatih interim Chelsea.
Selain masalah pertahanan, kegagalan penyelesaian akhir termasuk tendangan penalti Cole Palmer yang meleset turut memperburuk situasi bagi tim London Barat tersebut.
"Ketika kami berhasil bangkit dan memiliki beberapa momen, Enzo membentur tiang gawang, Cole gagal mengeksekusi penalti, gol offside Joao... ketika Anda memulai pertandingan seburuk itu, Anda membutuhkan momen-momen yang menguntungkan Anda, untuk memberi Anda kesempatan untuk bangkit kembali dalam pertandingan," jelas McFarlane, pelatih interim Chelsea.
Di sisi lain, pelatih Nottingham Forest, Vitor Pereira, mengapresiasi kerja keras dan kedisiplinan yang ditunjukkan para pemainnya di lapangan.
"Hari ini, para pemain kembali membuktikan semangat, kualitas, dan organisasi mereka. Saya sangat senang untuk para pemain dan pendukung saya," kata Pereira, pelatih Nottingham Forest.
Pereira mengungkapkan rasa bangganya terhadap kemampuan adaptasi skuatnya meskipun klub sering mengalami pergantian manajerial dalam periode singkat.
"Sulit untuk menjaga mereka tetap bersatu, dengan persahabatan, dan mereka adalah salah satu kelompok terbaik yang pernah saya tangani sepanjang karier saya," sambung Pereira, pelatih Nottingham Forest.
Kemenangan di markas Chelsea ini menjaga posisi Nottingham Forest di peringkat ke-16 klasemen sementara, namun mereka masih perlu berjuang karena belum sepenuhnya terlepas dari ancaman zona degradasi.