Museum MACAN Umumkan Rangkaian Pameran Seni Sepanjang 2026

Museum MACAN Umumkan Rangkaian Pameran Seni Sepanjang 2026
Foto: Ilustrasi Museum MACAN Umumkan Rangkaian Pameran Seni Sepanjang 2026.

Museum MACAN yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, secara resmi mengumumkan rangkaian agenda pameran seni modern dan kontemporer yang akan berlangsung sepanjang tahun 2026 mulai Senin (20/4/2026). Program ini menyatukan berbagai praktik artistik dari perupa nasional hingga internasional melalui instalasi dan pameran tematik.

Eksibisi pembuka menghadirkan proyek komisi baru bertajuk Period Piece oleh Riar Rizaldi, seorang perupa dan pembuat film yang telah dikenal di panggung global. Dilansir dari Detikcom, pameran ini menjadi debut museum perdana bagi Rizaldi yang karyanya sering mengeksplorasi keterkaitan antara sejarah kolonial, teknologi, dan lanskap industri ekstraktif di wilayah Asia Tenggara.

Karya Rizaldi dalam Period Piece akan berfokus pada sejarah yang terabaikan dalam sistem industri melalui instalasi respons-tapak. Seniman ini sebelumnya telah memamerkan karyanya di institusi kelas dunia seperti MoMA New York, Centre Pompidou Paris, hingga ajang Venice Architecture Biennale.

Pameran kedua yang dijadwalkan bertajuk Menelan Cakrawala atau Swallow the Horizon. Agenda ini akan menampilkan pilihan karya lintas generasi, mulai dari maestro klasik Raden Saleh dan Franz Wilhelm Junghuhn hingga seniman kontemporer seperti Dede Eri Supria, I Nyoman Masriadi, Ipeh Nur, dan Thao Nguyen Phan.

Selanjutnya, perupa asal Singapura Dawn Ng akan mempersembahkan karya berjudul Atlantis II. Melalui material es yang dianggap sebagai elemen fana di iklim tropis, Ng berupaya menelusuri perjalanan waktu serta konsep kehadiran dan ketiadaan dalam praktik artistiknya.

Pada area Sculpture Garden, Museum MACAN menampilkan Kenyalang Circus oleh perupa tekstil Malaysia, Marcos Kueh. Ia memadukan tradisi tekstil vernakular dengan teknik tenun digital industri untuk mereplikasi simbol-simbol sakral Borneo ke dalam bentuk permadani visual yang mencolok.

Rangkaian program ditutup dengan proyek di Ruang Seni Anak melalui karya Beradu Padu oleh Ruth Marbun. Perupa asal Jakarta tersebut merancang ruang refleksi bagi anak-anak dan keluarga untuk mengeksplorasi hubungan antara manusia dan lingkungan di tengah melimpahnya arus informasi saat ini.

"Gimana detikers kamu menantikan buat datang lagi ke Museum MACAN?" tanya Detikcom dalam laporannya mengenai antusiasme publik terhadap agenda seni tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi