Merajut Memori Persib Lewat Patung di Studio Perahu Terbang

Merajut Memori Persib Lewat Patung di Studio Perahu Terbang
Foto: Ilustrasi Merajut Memori Persib Lewat Patung di Studio Perahu Terbang.

Sebuah ruang kerja kreatif di kawasan Bandung Selatan menjadi saksi bisu perpaduan antara goresan kuas, lelehan cairan kimia, dan kecintaan mendalam terhadap dunia sepak bola.

Di tempat sederhana tersebut, seorang perajin lokal bernama Ridwan Solehhudin yang akrab disapa Iwonk, mendedikasikan energinya untuk merajut kembali memori masa kecilnya bersama klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.

Bagi pemuda berusia 33 tahun ini, mengolah bahan baku menjadi figur tiga dimensi bukan sekadar urusan memamerkan nilai estetika visual.

Melalui keahlian tangan-nya, ia berusaha mengekspresikan ikatan emosional luar biasa yang telah terpupuk sejak dirinya aktif menjadi pemain usia muda di lapangan hijau, hingga kini bertransformasi menjadi seorang kreator seni yang mengawal perjalanan histori Persib Bandung.

Langkah awal dari pembuatan mahakarya ini didasari atas keinginan tulus untuk memberikan sebuah warisan fisik yang bernilai bagi tim berjuluk Maung Bandung tersebut.

Seluruh gagasan besar tersebut mulai dieksekusi secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas di Studio Perahu Terbang.

"Di benak saya, ada keinginan memberikan sesuatu untuk Persib melalui karya patung," kata Iwonk.

Proses pengerjaan monumen ini terasa kian emosional seiring mencuatnya asa dari para pendukung fanatik, Bobotoh, yang mendambakan klub kesayangan mereka merengkuh gelar kelima atau simbol "lima bintang".

Atmosfer penuh ambisi itu menginspirasi dirinya untuk menghadirkan empat tokoh krusial dalam sejarah tim, yakni Bojan Hodak, Djadjang Nurdjaman (Janur), Indra Thohir, dan manajer legendaris Haji Umuh Muchtar.

Meski demikian, pemuda asal Bandung ini menekankan bahwa kehadiran figur-figur ikonik yang pernah membawa tim berjaya di era Indonesia Super League maupun kompetisi perserikatan tersebut bukanlah akhir dari pendokumentasian sejarah klub.

"Kalau bicara histori, tentu sebelum Bojan sudah ada tokoh-tokoh lain. Ini bukan berarti hanya empat tokoh ini yang menjadi history maker," kata Iwonk.

Siasat Kreatif Melawan Keterbatasan Finansial

Guna menyiasati tingginya biaya produksi, ia memilih menggunakan bahan dasar resin berkekuatan tinggi ketimbang memakai material logam perunggu yang berharga mahal.

Dengan menggunakan teknik pencampuran pigmen warna yang cermat, ia berhasil menciptakan efek manipulasi visual yang menyerupai karat alami logam atau patina biru kehijauan, sehingga patung tersebut memancarkan kesan klasik dan berwibawa.

Proyek yang dikerjakan secara mandiri tanpa sokongan dana sponsor ini dirancang dengan skala ukuran yang mendekati aslinya.

Figur pelatih Bojan Hodak dibuat menjulang setinggi 2,17 meter, sementara untuk replika tokoh pelatih lokal dan Umuh Muchtar dirancang dengan tinggi berkisar antara 1,89 hingga 1,90 meter.

"Saya sedang merayakan histori itu sendiri melalui karya patung," kata Iwonk.

Artikel terkait

Rekomendasi