Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkan adanya penambahan lebih dari 470.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang akan menerima bantuan sosial pada triwulan kedua 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemutakhiran data kemiskinan nasional.
Penambahan jumlah penerima manfaat tersebut dilansir dari Nasional terjadi sebagai dampak langsung dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses sinkronisasi data ini dilakukan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan pemerintah.
"Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470.000 Keluarga Penerima Manfaat baru yang mendapatkan bantuan di triwulan kedua, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama," kata Gus Ipul di Gedung BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan bahwa perubahan daftar penerima merupakan bagian dari dinamika data yang dilaporkan secara rutin. Ia menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat saat ini masih didominasi oleh warga yang sudah terdaftar pada periode sebelumnya.
"Pasti perubahan-perubahan Keluarga Penerima Manfaat. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya," ujar Gus Ipul.
Kementerian Sosial melibatkan lebih dari 70.000 Operator Data Desa untuk mempercepat proses pembaruan informasi kemiskinan di tingkat akar rumput. Kehadiran operator ini dirancang agar masyarakat bisa mendapatkan respon cepat terkait status kepesertaan bantuan mereka.
"Dengan adanya operator data desa ini, di samping kami memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi atau reaktivasi atau untuk memperbarui data," ujar Gus Ipul.
Seluruh hasil pemutakhiran data dari daerah kini diintegrasikan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Platform digital ini menghubungkan pemerintah daerah hingga pusat untuk memantau perubahan kondisi ekonomi masyarakat secara aktual.
"Jadi lewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah, pembaruan-pembaruan data dari daerah dan sekaligus juga tentu melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga menerima manfaat," ucap Gus Ipul.