Proses pendekatan atau PDKT idealnya berjalan secara bertahap agar perkenalan terasa sehat dan objektif. Namun, tren kencan modern kini memunculkan fenomena floodlighting, yaitu kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan dan terlalu cepat.
Dikutip dari Popbela yang melansir Attachment Project, istilah ini dicetuskan oleh penulis dan akademisi Bren├® Brown. Perilaku tersebut mirip dengan oversharing, namun spesifik terjadi dalam fase penjajakan hubungan asmara.
Keterbukaan yang berlebihan di awal interaksi berisiko menciptakan dinamika hubungan yang tidak seimbang. Terdapat beberapa alasan psikologis mengapa seseorang melakukan floodlighting saat mendekati calon pasangan.
Perilaku ini kerap dipicu oleh luka emosional masa lalu atau trauma masa kecil yang belum selesai. Dorongan pertama adalah keinginan menguji penerimaan orang lain, di mana keterbukaan dipakai sebagai tes untuk melihat respons pasangan terhadap kekurangan mereka.
Alasan kedua adalah ambisi untuk mempercepat keintiman secara instan. Padahal, kedekatan emosional yang sehat memerlukan waktu serta proses membangun kepercayaan yang konsisten.
Alasan ketiga yaitu menggunakan kerentanan sebagai alat kontrol. Bersikap terlalu terbuka sejak awal tanpa sadar menjadi mekanisme pertahanan ego untuk mengendalikan jalannya interaksi.
Dampak Negatif dan Cara Mengatasinya
Floodlighting justru bisa menjadi bumerang yang membuat calon pasangan merasa tertekan untuk membalas keterbukaan tersebut. Akibat dari intensitas yang terlalu tinggi ini, orang lain cenderung merasa tidak nyaman lalu menjauh.
Untuk menghentikan kebiasaan ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyadari dorongan emosional yang mendasarinya. Refleksi diri terhadap ketakutan akan penolakan menjadi poin penting dalam proses evaluasi.
Penyembuhan luka emosional dapat dibantu dengan meningkatkan rasa percaya diri melalui aktivitas positif atau lingkungan yang suportif. Selain itu, berkonsultasi dengan terapis profesional bisa menjadi solusi untuk menyusun langkah pemulihan yang tepat.