9 Member THE BOYZ Batalkan Kontrak dengan Agensi ONE HUNDRED

9 Member THE BOYZ Batalkan Kontrak dengan Agensi ONE HUNDRED
Foto: Ilustrasi 9 Member THE BOYZ Batalkan Kontrak dengan Agensi ONE HUNDRED.

Konflik hukum sedang memanas antara boyband THE BOYZ dengan agensi ONE HUNDRED terkait sengketa pembayaran gaji. Grup musik yang baru bergabung dengan manajemen tersebut kini sedang memperjuangkan hak finansial mereka yang belum terpenuhi.

Dilansir dari Detikcom, krisis keuangan pada manajemen yang dikelola oleh Cha Ga Won dan MC Mong ini sebenarnya telah terdengar sejak beberapa bulan terakhir. Masalah tersebut berdampak langsung pada tersendatnya pembayaran honor bagi para artis di bawah naungan mereka.

Sejumlah artis besar seperti Lee Seung Gi hingga Taemin sebelumnya telah memutuskan untuk hengkang karena merasa manajemen melanggar kontrak eksklusif. Langkah serupa kini diambil oleh mayoritas anggota THE BOYZ setelah permintaan transparansi mereka tidak direspons dengan baik.

Melalui kuasa hukumnya, sembilan member THE BOYZ yang terdiri dari Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric memilih untuk membatalkan kontrak mereka. Agensi dinilai telah gagal menjalankan kewajiban fundamentalnya sebagai pengelola artis.

Pihak pengacara menegaskan bahwa kontrak eksklusif kesembilan member tersebut dinyatakan batal secara hukum terhitung sejak 10 Februari 2026. Saat ini, mereka tinggal menunggu keputusan resmi dari pengadilan, sementara satu anggota yakni New memilih tetap bertahan di agensi.

ONE HUNDRED sempat merilis pernyataan resmi pada 21 April 2026 yang mengklaim bahwa seluruh urusan pembayaran telah diselesaikan. Namun, pernyataan sepihak dari manajemen tersebut langsung dibantah keras oleh pihak THE BOYZ melalui kuasa hukum mereka, Kim Mun Hui.

Bantahan Terkait Pelunasan Gaji

"Kami ingin menegaskan bahwa sampai ketika agensi mengumumkan posisi mereka, mengklaim bahwa semua pembayaran sudah diselesaikan, hingga saat ini tidak ada satu pun dari artis menerima pembayaran tersebut, termasuk utang yang belum dibayarkan pada paruh ketiga dan keempat 2025," ujar pengacara THE BOYZ.

Kuasa hukum menjelaskan bahwa ONE HUNDRED telah berulang kali menunda serta membatalkan batas waktu pembayaran yang telah disepakati. Meskipun agensi sempat berjanji akan melunasi kewajiban selama proses persidangan, janji tersebut dilaporkan tidak pernah ditepati.

Kekesalan para member memuncak saat mendengar klaim agensi bahwa hak mereka sudah rampung dibayarkan, padahal kenyataannya belum ada dana yang diterima. Selain sengketa kontrak, kasus ini juga telah merembet ke ranah pidana di kepolisian.

CEO ONE HUNDRED, Cha Ga Won, secara resmi dilaporkan atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang tentang Hukuman yang Diperberat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu. Saat ini, proses hukum terkait pembatalan kontrak dan laporan pidana tersebut sedang berjalan di dua jalur hukum yang berbeda.

Artikel terkait

Rekomendasi