Potensi pertemuan dengan Timnas Indonesia dalam pengundian grup Piala Asia 2027 mulai memicu kekhawatiran di pihak lawan. Jelang agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei mendatang, kekuatan skuad Garuda menjadi sorotan khusus bagi publik sepak bola Vietnam.
Dilansir dari Suara, Timnas Indonesia yang menempati Pot 4 dinilai menjadi ancaman serius bagi negara-negara yang menghuni Pot 3. Kehadiran sejumlah pemain naturalisasi berkualitas dianggap sebagai faktor utama yang mendongkrak performa anak asuh John Herdman tersebut.
Media Vietnam, Dan Viet, dalam laporannya mengakui bahwa perkembangan sepak bola Indonesia saat ini sedang berada dalam tren positif. Mereka memandang posisi Indonesia di pot terbawah tidak mencerminkan kekuatan asli di lapangan saat ini.
"Potensi bahaya tidak hanya datang dari atas, tetapi juga mengintai dari tim unggulan keempat," tulis laporan Dan Viet.
Kebangkitan masif Indonesia dalam siklus sepak bola Asia Tenggara belakangan ini juga diakui oleh mereka. Hal ini menciptakan kewaspadaan tinggi bagi tim-tim yang berpotensi satu grup dengan Indonesia.
"Dalam siklus sepak bola Asia Tenggara saat ini, kebangkitan Indonesia yang kuat tidak dapat disangkal," sambung media tersebut.
Kualitas pemain naturalisasi yang mengisi berbagai lini skuad Garuda disebut mampu menyulitkan tim mana pun. Bahkan, Dan Viet menilai kekuatan tersebut sanggup menghadirkan kejutan besar bagi penghuni Pot 3, termasuk Timnas Vietnam.
"Indonesia berada di Pot 4, tetapi kekuatan mereka dengan skuad pemain naturalisasi berkualitas dapat dengan mudah mengejutkan tim mana pun di Pot 3," tambah laporan tersebut.
Skenario Grup Neraka
Berdasarkan rilis resmi pembagian pot dari AFC, Indonesia berada di Pot 4 sementara Vietnam menempati Pot 3. Kondisi ini memungkinkan rivalitas dua negara Asia Tenggara tersebut kembali tersaji di babak penyisihan grup.
Peta Persaingan Pot Unggulan
Selain mewaspadai Indonesia, media Vietnam juga memetakan kekuatan besar lainnya. Dari Pot 1, nama-nama langganan Piala Dunia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Iran menjadi momok yang menakutkan bagi setiap kontestan.
Sementara itu, Pot 2 dihuni oleh juara bertahan Qatar serta kekuatan tradisional Timur Tengah seperti Irak dan Yordania. Menghadapi lawan-lawan tangguh sejak awal turnamen dianggap akan memberikan tekanan luar biasa.
"Harus menghadapi dua lawan papan atas dari benua tersebut sejak babak penyisihan grup menciptakan tekanan yang sangat besar dalam hal poin dan selisih gol," tulis Dan Viet.
Analisis tersebut mengerucut pada kekhawatiran akan terciptanya grup maut bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik. Skenario terburuk adalah jika mereka harus bersaing dengan raksasa benua sekaligus musuh bebuyutan dari pot terakhir.
"Jika undian menempatkan Timnas Vietnam dalam grup bersama Jepang (Pot 1), Irak (Pot 2), dan Indonesia (Pot 4), itu benar-benar akan menjadi grup maut bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik," tutup Dan Viet.