Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe secara terbuka menuding pelatih Alvaro Arbeloa menempatkan dirinya sebagai penyerang pilihan keempat dalam skuad setelah laga melawan Real Oviedo pada Kamis (14/5/2026). Dilansir dari Suara, ketegangan ini memuncak saat klub menutup musim 2025/2026 tanpa raihan trofi mayor.
Situasi memanas ketika Mbappe dicadangkan dan menerima cemoohan dari pendukung tuan rumah di Stadion Santiago Bernabeu saat masuk sebagai pengganti menit ke-69. Meski Real Madrid mengunci kemenangan 2-0, hubungan antara pemain bintang asal Prancis tersebut dengan sang pelatih justru menunjukkan keretakan.
Mbappe memberikan pernyataan mengenai alasan dirinya jarang mendapatkan menit bermain akhir-akhir ini. Penjelasan tersebut disampaikan usai ia pulih dari cedera hamstring yang sempat membuatnya absen dalam laga krusial sebelumnya.
"Saya tidak bermain karena pelatih memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat di belakang Franco Mastantuono, Vinicius Junior, dan Gonzalo," ujar Mbappe, Penyerang Real Madrid.
Pemain berusia 18 tahun itu menyatakan tetap menjalankan tugasnya di lapangan meski tidak menjadi pilihan utama pelatih. Ia mengklaim tetap berkomitmen memberikan performa terbaik saat diberikan kesempatan bermain oleh staf kepelatihan.
"Saya menerimanya dan memainkan waktu yang diberikan kepada saya. Saya rasa saya bermain dengan baik," lanjut Mbappe, Penyerang Real Madrid.
Alvaro Arbeloa segera merespons klaim tersebut dalam sesi konferensi pers dan membantah narasi yang disampaikan anak asuhnya. Arbeloa memberikan jawaban yang menepis anggapan adanya stratifikasi penyerang seperti yang dituduhkan Mbappe.
"Saya berharap saya memiliki empat penyerang," ujar Arbeloa, Pelatih Real Madrid.
Mantan pemain Madrid tersebut menegaskan tidak pernah melontarkan pernyataan yang meminggirkan posisi Mbappe di dalam tim. Ia menyebut kemungkinan ada kendala bahasa atau persepsi yang berbeda saat keduanya berkomunikasi di ruang ganti.
"Saya tidak memiliki empat penyerang dan tentu saja tidak mengatakan hal seperti itu kepada Mbappe," tegas Arbeloa, Pelatih Real Madrid.
Pelatih Real Madrid itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu pasti mengapa sang pemain memiliki pemikiran demikian. Ia menekankan keterbatasannya dalam mengontrol pemahaman pemain terhadap instruksi atau pembicaraan yang dilakukan.
"Mungkin dia tidak memahami saya. Saya tidak tahu apa lagi yang harus saya katakan," ucap Arbeloa, Pelatih Real Madrid.
Arbeloa menutup klarifikasinya dengan menegaskan otoritas mutlak yang ia miliki dalam menyusun strategi tim. Keputusan mencadangkan pemain disebutnya murni berdasarkan pertimbangan teknis dan situasi terkini di lapangan hijau.
"I am the coach and I decide who plays and who doesn't," katanya, Pelatih Real Madrid.
Beralih ke pembelaan diri sang pemain, Mbappe menanggapi sorotan tajam publik Madrid terkait keputusannya pergi berlibur saat proses pemulihan cedera. Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut sudah mendapatkan lampu hijau dari manajemen klub.
"Ini hidup. Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka sedang marah," ujar Mbappe, Penyerang Real Madrid.
Mbappe mengaku tidak mau ambil pusing dengan reaksi negatif dari tribun penonton. Menurutnya, tekanan dari suporter adalah bagian dari konsekuensi membela klub besar dengan profil pemain seperti dirinya.
"Saya tidak boleh menganggapnya pribadi. Ini kehidupan seorang pemain Real Madrid dan pemain terkenal seperti saya," tambah Mbappe, Penyerang Real Madrid.
Sebelumnya, Arbeloa mencoba menenangkan gejolak di media dengan memaklumi rasa tidak puas yang dialami Mbappe akibat minimnya jam terbang. Pelatih menegaskan keputusan teknis diambil demi kepentingan stabilitas tim di tengah hasil musim yang mengecewakan.
"Saya bisa memahami Mbappe tidak senang karena tidak bermain, tetapi keputusan itu dibuat berdasarkan situasi yang ada," jelas Arbeloa, Pelatih Real Madrid.