Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, kembali merumput dan menyumbangkan satu assist saat timnya membungkam Real Oviedo dengan skor 2-0 di Stadion Santiago Bernabeu pada Kamis (14/5/2026). Dilansir dari Bola, pemain asal Prancis tersebut mengawali laga dari bangku cadangan sebelum masuk menggantikan Gonzalo Garcia pada menit ke-70.
Kemenangan Los Blancos dipastikan melalui gol pembuka Gonzalo Garcia pada menit ke-44 dan gol Jude Bellingham di menit ke-80 setelah menerima umpan dari Mbappe. Kembalinya Mbappe ke skuat asuhan Alvaro Arbeloa ini terjadi usai sang pemain absen dalam laga El Clasico kontra Barcelona akibat cedera pada akhir pekan sebelumnya.
Mbappe mengungkapkan rasa antusiasmenya kembali bermain meski menyesal harus melewatkan pertandingan besar melawan rival abadi Madrid beberapa waktu lalu.
"Ini adalah pertandingan yang sangat saya suka untuk dimainkan, sangat disayangkan saya tidak bermain melawan Barcelona. Begitulah hidup. Saya selalu mencetak gol melawan mereka (Barcelona)," ujar Mbappe.
Masuknya Mbappe ke lapangan sempat disambut dengan siulan dari para pendukung tuan rumah yang memenuhi tribun. Respon negatif publik Bernabeu tersebut diduga dipicu oleh ketidakpuasan penggemar atas performa tim serta kabar liburan Mbappe ke Sardinia, Italia, saat masa pemulihan cedera.
"I tidak bisa mengubah opini orang-orang ketika mereka sedang marah. Saya tidak perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang pribadi. Kehidupan seorang pemain Real Madrid adalah kehidupan seorang pemain terkenal seperti saya," ujar Mbappe.
Pemain berusia 27 tahun itu menilai reaksi suporter sebagai bentuk tuntutan prestasi yang tinggi di klub sebesar Real Madrid.
"Mereka tidak puas. Itulah satu-satunya cara untuk memahami siulan itu," ujar Mbappe.
Terkait keberadaannya di luar Madrid saat masa pemulihan, Mbappe menegaskan bahwa perjalanan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari manajemen klub.
"Soal saya tidak berada di Madrid, saya mendapat izin dari klub. Saya bukan satu-satunya pemain klub yang tidak berada di Madrid. Untuk seorang pesepak bola, tidak selalu harus memahami, terkadang harus menerima. Saya bisa mengubah situasi ini dengan mudah," ujar Mbappe.
Mengenai keputusan pelatih yang menempatkannya sebagai pemain cadangan dalam laga kontra Oviedo, Mbappe menyatakan kesiapannya untuk berjuang memperebutkan posisi utama kembali.
"Saya sangat baik, seratus persen. Saya tidak bermain karena saya adalah penyerang keempat dalam skuad menurut pelatih. Saya menerima dan bermain sesuai waktu yang diberikan kepada saya. Saya memberikan satu assist kepada Jude Bellingham dan kami harus selalu berpikir positif," ujar Mbappe.
Meskipun harus bersaing dengan pemain muda seperti Gonzalo Garcia dan Franco Mastantuono, Mbappe menegaskan hubungannya dengan staf pelatih tetap profesional.
"Saya siap menjadi starter. Saya tidak marah kepada pelatih, kami selalu harus menghormati keputusan seorang pelatih. Bekerja keras untuk kembali menjadi starter," ujar Mbappe.
Penyerang yang didatangkan dari PSG pada 2024 ini juga menekankan pentingnya mentalitas pemenang yang harus dijaga oleh seluruh elemen tim di Real Madrid.
"Saya sangat bahagia. Tanggung jawab saya adalah memberikan segalanya untuk lambang Real Madrid," ujar Mbappe.
Dirinya pun mengakui bahwa kegagalan meraih trofi merupakan hal yang menyakitkan bagi klub dan para penggemar.
"Saya pikir itu sangat mudah. Anda bisa memiliki opini dan saya juga bisa memiliki opini lain. Kami tidak memenangkan gelar. Itu menyakitkan karena kami memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Kami menunjukkannya pada awal musim. Ini bukan Real Madrid. Real Madrid harus selalu menang," tutur Mbappe.
Eks penggawa akademi Clairefontaine tersebut berkomitmen untuk terus membela kepentingan klub di atas kepentingan individu maupun nama besar pemain.
"Saya berada di sini untuk bermain. Kami selalu harus membela klub dengan cara terbaik. Saya tidak berbicara tentang nama maupun individu tertentu," ujar Mbappe.
Mbappe juga sempat menyinggung hubungannya dengan mantan pelatih Xabi Alonso dan menegaskan tidak ada kendala komunikasi dengan pelatih saat ini, Alvaro Arbeloa.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Xabi Alonso. Itu adalah masa lalu. Semua orang tahu apa yang saya pikirkan tentang dia. Namun kami harus melihat ke depan, apa yang bisa kami perbaiki dan lakukan dengan lebih baik," ujar Mbappe.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan tekad untuk meningkatkan performa agar bisa bersaing dengan rekan setim lainnya di lini depan.
"Tidak ada masalah dengan Alvaro Arbeloa. Kita harus menghormati keputusan pelatih. Setiap orang memiliki ide dan filosofinya masing-masing. Saya harus bekerja untuk menjadi lebih baik daripada Gonzalo, Franco Mastantuono, dan Vinicius Junior agar bisa bermain," tutur Mbappe.