Mauricio Souza Minta Persija Bermain Cerdas Lawan Persib

Mauricio Souza Minta Persija Bermain Cerdas Lawan Persib
Foto: Ilustrasi Mauricio Souza Minta Persija Bermain Cerdas Lawan Persib.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan instruksi khusus kepada para pemainnya untuk mengutamakan kecerdasan bermain saat menghadapi Persib Bandung. Arahan ini bertujuan agar tim berjuluk Macan Kemayoran terhindar dari sanksi kartu merah dalam laga krusial tersebut.

Dikutip dari Bola, Persija memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan jika mampu mempertahankan komposisi 11 pemain di lapangan hingga laga usai. Pertemuan pekan ke-32 Super League 2025-2026 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Laga besar ini terpaksa dipindahkan ke Samarinda karena pertimbangan faktor keamanan di Jakarta. Meski harus beradaptasi dengan markas sementara di Stadion Segiri, Macan Kemayoran mendapatkan dukungan moral karena pertandingan tetap boleh dihadiri oleh suporter setia mereka, The Jakmania.

Mauricio Souza menyambut laga ini dengan optimisme tinggi untuk membalas kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Januari lalu. Saat itu, Rizky Ridho dan kolega harus menyerah setelah bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Bruno Tubarao.

Pelatih asal Brasil tersebut menekankan bahwa menjaga kestabilan emosi adalah kunci utama dalam duel dengan tensi tinggi. Fokus utamanya adalah memastikan Persija tidak mengalami kerugian jumlah pemain yang dapat merusak skema permainan tim.

"Hal yang paling utama adalah kita harus mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain," kata Mauricio Souza selepas memimpin latihan terbuka di Persija Training Ground, Sawangan, Kamis (7/5/2026).

Mantan pelatih Madura United itu menilai kehilangan satu pemain memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap performa tim secara keseluruhan. Menurutnya, Persija sebenarnya sempat mendominasi di Bandung sebelum kekurangan jumlah pemain menghambat perkembangan permainan mereka.

"Pertandingan pertama itu sebenarnya sangat seimbang. Pada satu-satunya peluang yang didapatkan Bandung, mereka berhasil mencetak gol karena kesalahan kami," ucap Mauricio Souza.

"Dan kemudian di babak kedua kami mendapati satu pemain kartu merah, sehingga menjadi sangat sulit bermain melawan tim besar seperti Bandung," jelasnya.

Souza mengakui bahwa mengendalikan emosi di tengah panasnya pertandingan bukan perkara mudah bagi para pemain. Namun, ia terus melakukan berbagai upaya, termasuk diskusi dan analisis video, untuk mengingatkan pentingnya menjaga disiplin di lapangan.

"Sangat sulit bagi kami untuk mengontrol hal itu dari luar lapangan. Kami berbicara, kami menunjukkan video. Kami berbicara tentang pentingnya menjaga jumlah 11 pemain di lapangan sepanjang waktu," ujar Mauricio Souza.

"Tapi saya tidak bisa mengendalikan semua tindakan pemain di dalam lapangan. Untungnya dalam beberapa pertandingan terakhir kami tidak mendapatkan kartu merah," tutur dia.

Target Gol Cepat ke Gawang Persib

Strategi lain yang disiapkan oleh Souza adalah menginstruksikan Jordi Amat dan rekan-rekan untuk berusaha mencetak gol di menit-menit awal. Keunggulan cepat dinilai akan membuka jalan yang lebih lebar bagi Persija untuk mengamankan poin penuh.

Souza memberikan catatan khusus mengenai kekuatan lini belakang tim lawan yang dikenal cukup solid. Persib dinilai sebagai tim yang memiliki organisasi pertahanan tangguh dan cenderung lebih banyak menunggu untuk melakukan serangan balik.

"Ya, mereka memiliki pertahanan yang sangat kuat. Aspek pertahanan mereka sangat tangguh. Mereka adalah tim yang lebih banyak bertahan daripada menyerang," ungkap Mauricio Souza.

"Tentu selalu bagus jika bisa unggul lebih dulu di papan skor. Tapi kami akan terus berjuang sepanjang waktu untuk mendapatkan tiga poin," paparnya.

Artikel terkait

Rekomendasi