Marc Marquez Soroti Masalah Konsistensi Bersama Ducati Musim 2026

Marc Marquez Soroti Masalah Konsistensi Bersama Ducati Musim 2026
Foto: Ilustrasi Marc Marquez Soroti Masalah Konsistensi Bersama Ducati Musim 2026.

Pebalap andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, tengah menghadapi tantangan besar pada awal musim MotoGP 2026. Peraih delapan gelar juara dunia tersebut mengakui bahwa performanya saat ini masih jauh dari level yang ia tunjukkan pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan statistik yang dialami Marc Marquez terlihat sangat mencolok, sebagaimana dilansir dari Kompas. Musim lalu, ia mampu memimpin klasemen dengan koleksi 123 poin hasil dari dominasi di Thailand, Argentina, dan Qatar.

Kini, sang pembalap baru mengumpulkan 57 poin dan berada di posisi kelima klasemen sementara. Tanpa satu pun podium pada balapan utama hari Minggu, spekulasi mengenai peluang juaranya mulai diragukan oleh berbagai pihak.

Menanggapi situasi sulit ini, pembalap berusia 33 tahun tersebut memilih untuk tetap tenang dan fokus memulihkan agresivitasnya di lintasan. Ia menyadari bahwa kecepatan bukan menjadi masalah utama, melainkan kesinambungan performa di setiap seri.

"I pernah keluar dari situasi yang lebih buruk. Meskipun demikian, kita harus memperbaiki beberapa hal jika kita ingin berjuang untuk Kejuaraan Dunia," kata Marquez dilansir dari Motorsport Espana.

Kesenjangan antara performa tahun lalu dan tahun ini menjadi fokus evaluasi teknis timnya. Masalah utamanya terletak pada kestabilan hasil di setiap balapan yang diikuti.

"Kita telah menunjukkan bahwa kita memiliki kecepatan, tetapi tidak konsistensi," tambahnya.

Meski beberapa pembalap lain kerap mengeluhkan kendala teknis pada tunggangan mereka, Marquez tetap memegang teguh prinsip untuk melakukan introspeksi diri di atas motor. Baginya, keberhasilan tim di sirkuit lain membuktikan kompetitifnya paket motor yang tersedia.

"Saya tidak akan pernah menyalahkan motor atas masalah yang terjadi, dan tim juga tidak akan menyalahkan sepenuhnya pembalap," ujar Marquez.

Ia menekankan pentingnya menemukan harmoni antara gaya balapnya dengan mesin motor Ducati yang ia kendarai. Marquez yakin peningkatan performa ada pada kendali dirinya sebagai pebalap.

"Ducati menang di Jerez, yang berarti motor ini mampu menang dan berjuang untuk gelar juara. Terserah saya untuk menemukan cara untuk meningkatkan performa," ungkapnya lagi.

Mengenai peluang perebutan gelar, ia memberikan pandangan yang realistis. Ia menilai tim harus memahami penyebab hilangnya kekuatan konsistensi yang mereka miliki pada musim sebelumnya.

"Yang perlu kita pahami adalah mengapa kita kekurangan konsistensi yang menjadi kekuatan kita tahun lalu," lanjut Marc Marquez.

"Saya pikir kita akan secara bertahap menyelesaikannya, tetapi dengan hasil yang telah kita raih pada hari Minggu, kita tidak bisa memikirkan gelar juara."

Kesiapan Menghadapi Seri Le Mans

Menjelang bergulirnya seri MotoGP Le Mans, faktor cuaca diprediksi akan memainkan peran penting. Meskipun dikenal sebagai pakar dalam kondisi lintasan basah, Marquez tidak ingin bergantung pada keberuntungan cuaca saat berlaga di Prancis.

"Jika saya menginginkan motor tahun lalu, saya bisa memilikinya. Di Le Mans, seperti biasa, ramalan cuaca memprediksi hujan, terutama untuk hari Minggu," aku Marquez.

Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati harus diraih dalam kondisi apa pun tanpa mengharapkan bantuan faktor eksternal. Menurutnya, mengandalkan hujan bukan tanda level pebalap yang sesungguhnya.

"Jika seseorang menunggu hujan untuk menang, itu berarti mereka tidak menunjukkan level untuk melakukannya dalam kondisi kering," tegasnya.

Meski menunjukkan performa baik saat kondisi basah di Jerez, ia tetap mewaspadai dinamika lintasan yang kerap berubah-ubah di setiap sirkuit yang berbeda.

"Memang benar bahwa saya menunjukkan level yang baik dalam kondisi basah di Jerez, tetapi setiap sirkuit berbeda dan apa pun bisa terjadi," tutup Marc Marquez.

Artikel terkait

Rekomendasi