Manga Yona the Dawn Tembus Penjualan 16 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia

Manga Yona the Dawn Tembus Penjualan 16 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia
Foto: Ilustrasi Manga Yona the Dawn Tembus Penjualan 16 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia.

Manga populer Yona the Dawn, yang juga dikenal dengan judul Akatsuki no Yona, baru saja mencatatkan pencapaian luar biasa dalam industri literatur Jepang. Karya dari komikus Mizuho Kusanagi ini telah melampaui angka peredaran 16 juta eksemplar di seluruh dunia.

Data pencapaian tersebut mencakup akumulasi penjualan salinan cetak maupun versi digital secara global. Pengumuman mengenai angka penjualan fantastis ini dilansir dari Detikcom melalui laporan resmi di Majalah Hana to Yume milik penerbit Hakusensha pada awal pekan ini.

Komik ini pertama kali memulai debutnya pada tahun 2009 dan dengan cepat berkembang menjadi fenomena global di kalangan penggemar manga. Serialisasinya telah dinyatakan rampung pada 19 Desember, sementara volume tankobon ke-47 baru saja diterbitkan pada 20 Februari.

Kesuksesan versi cetak tersebut sebelumnya telah mendorong lahirnya adaptasi serial anime yang dikerjakan oleh Studio Pierrot. Versi animasi ini tayang sebanyak 24 episode yang disiarkan mulai 7 Oktober 2014 hingga berakhir pada 24 Maret 2015.

Narasi dalam Yona the Dawn menyajikan dunia fantasi yang kental dengan pengaruh kebudayaan Asia Timur. Kisahnya berakar pada legenda dua ribu tahun silam mengenai berdirinya bangsa Kouka oleh Dewa Naga Merah bernama Hiryuu.

Raja Hiryuu dikisahkan turun dari langit dalam wujud manusia untuk memimpin negeri tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, umat manusia mulai melupakan akar ilahi mereka dan terjebak dalam pusaran korupsi serta keserakahan yang merusak tatanan sosial.

Konflik Perebutan Takhta dan Lima Suku

Saat kegelapan mulai mengancam stabilitas negeri, empat prajurit berdarah naga muncul untuk membantu Raja Hiryuu. Setelah sang raja wafat, keempat naga tersebut berpisah dan membentuk fondasi bagi lima suku besar, yaitu Suku Langit, Bumi, Air, Angin, dan Api.

Dalam garis waktu masa kini, cerita berfokus pada Putri Yona yang menjalani kehidupan tenang di dalam Istana Naga Merah. Ia merupakan putri dari Raja Il dari Suku Langit, seorang penguasa yang dikenal sangat mencintai kedamaian dan menghindari peperangan.

Putri Yona selalu didampingi oleh pengawal pribadinya yang setia bernama Hak, yang juga menjabat sebagai jenderal Suku Angin. Selain itu, hadir pula sosok Su-won, sahabat masa kecil Yona sekaligus putra dari Yu-hon yang merupakan kakak kandung dari mendiang Raja Il.

Artikel terkait

Rekomendasi