Meta Paramita N.A, seorang wanita berusia 27 tahun asal Lamongan yang menyandang gelar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya, kini menjadi perbincangan publik setelah banting setir mengelola usaha pemotongan ayam mandiri. Kesibukan Meta sebagai tukang jagal ayam dan pembuat konten diunggah melalui akun media sosial pribadinya.
Sebagaimana dilansir dari Wolipop, perempuan yang akrab disapa Meta Mita ini menempuh jalur karier yang tidak biasa bagi seorang lulusan pascasarjana. Ia merupakan alumnus S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Jakarta sebelum akhirnya menyelesaikan studi S2 di Unesa.
Melalui unggahan di media sosial yang menunjukkan aktivitasnya menggunakan celemek plastik saat menangani ratusan ayam, Meta menyampaikan identitas pendidikannya secara terbuka kepada pengikutnya.
"Hei S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNESA, Sekarang saya jadi tukang jagal ayam," tulis akun Instagram @metamitaa & @eraciptagroup.
Video tersebut menarik perhatian luas dari para pengguna internet yang memberikan beragam reaksi terhadap pilihan profesinya. Salah satu komentar datang dari akun @reza_rofikhanza yang memberikan sudut pandang mengenai kaitan pendidikan dan pekerjaan.
"Kak.. kalo kakak gak kuliah, gak akan sanggup menjalani pekerjaan itu . justru karna kakak berpendidikan, makanya kakak mampu menghargai pekerjaan apapun itu . Karna pekerjaan dan pendidikan adl 2 hal berbeda," ujar pengguna Instagram @reza_rofikhanza.
Dukungan lain juga muncul yang menekankan bahwa tujuan pendidikan tinggi tidak selamanya harus berakhir di pekerjaan kantoran, terutama jika memilih jalur wirausaha.
"The real tujuan berpendidikan tinggi bukan semata untuk karier di kantoran. Terus menyala mba ƒöÑ banyak kok di luar negeri berpendidikan tinggi tp tetap milih berwirausaha, halal yg utama ƒÿì," saut akun @michan_91.
Selain dukungan moral, warganet juga menyoroti potensi keuntungan finansial dari bisnis kebutuhan pangan harian seperti daging ayam yang memiliki permintaan stabil setiap hari.
"Eh ini saldonya banyaakk loh. bayangin aja tiap orang makan ayam tiap hari, belum lagi yg buka usaha ayam goreng ayam sundaan semua butuh ayam, dan ini berjalan tiap hari gak 1 2 orang yg beli bayangin ajaaaaaaƒöÑ," takjub akun @aqillahaliffah.
Kepada Wolipop, Meta menjelaskan bahwa saat ini ia fokus mengelola operasional usaha pemotongan ayam miliknya yang bernama Era Cipta sembari aktif menerima jasa kerja sama atau endorsement di platform TikTok sejak Januari 2024.
"Mungkin beberapa orang menyayangkan hal tersebut, namun saya tidak pernah menganggap hal-hal baik yang hadir dalam hidup saya untuk disayangkan atau disesali. Selain berkecimpung di pemotongan, saya juga fokus bekerja di aplikasi TikTok dengan membuka jasa endorsement. Mulai dari Januari 2024 saya menerima kerjasama dengan beberapa brand. Dua pekerjaan itu benar-benar saya cintai," ungkap Meta.
Sebelum memutuskan fokus berbisnis, Meta tercatat pernah mengajar di beberapa institusi pendidikan seperti SMP-MA Darun Nuhad dan MTs Darul Ulum Petiyin. Selama menjadi guru di MTs, ia bahkan mendonasikan seluruh gajinya untuk membantu biaya sekolah siswa yang kurang mampu.
"Perlu diketahui sebelumnya juga saya sempat mengajar di pondok dan sekolah swasta. Ketika mengajar di MTs saya menyumbangkan seluruh gaji saya untuk siswa yang kurang mampu, guna menutup kurangnya SPP atau biaya sekolah lainnya. Namun dengan berat hati saya tidak melanjutkan mengajar sebab kegiatan di luar mengajar sangat full dan tidak cukup untuk membagi waktu saya," jelas Meta.
Keputusan untuk beralih sepenuhnya ke dunia bisnis mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga selama ia bisa bertanggung jawab atas pilihannya tersebut.
"Orang tua saya sangat support akan kerjaan yang saya pilih. Pendidikan, pekerjaan, atau hal lain yang menjadi pilihan saya. Asal bisa bertanggungjawab dengan pilihan tersebut," tambahnya.
Dalam menjalankan usaha Era Cipta, Meta mengaku sering berdiskusi dengan keluarga untuk memecahkan berbagai hambatan operasional yang muncul di lapangan.
"Kesulitan pasti ada, tidak mungkin pemotongan Era Cipta bisa berdiri dengan mulus tanpa hambatan. Namun untuk hambatan-hambatan yang telah ada, selalu saya diskusikan bersama keluarga, serta meneliti apa yang menjadi masalah di pemotongan Era Cipta," tutur Meta.
Menutup penjelasannya, Meta memberikan pesan penyemangat bagi generasi muda yang tengah berjuang membangun karier atau usaha agar tetap gigih meski menghadapi banyak pengorbanan.
"Untuk kehidupan yang stabil, memang memerlukan banyak pengorbanan. Saya yakin banyak generasi muda di luar sana yang kreatif dan beruntung, namun tidak menutup pula masih banyak yang berjuang. Mari tetap berjuang untuk menemukan keberuntungan," pungkas Meta.