Momen menunaikan ibadah haji merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak zikir dan memanjatkan doa. Setiap rukun yang dilaksanakan di berbagai tempat suci diyakini memiliki tingkat kemanjuran atau sifat mustajab yang tinggi bagi setiap permohonan.
Kekuatan doa selama ibadah haji ini tidak terlepas dari pengaruh waktu dan lokasi-lokasi sakral yang dikunjungi jemaah. Dilansir dari Detikcom, beberapa titik utama yang dikenal sebagai tempat dikabulkannya doa meliputi Makkah, Padang Arafah, Muzdalifah, hingga wilayah Mina.
Saat berada di Makkah, khususnya di dalam kawasan Masjidil Haram, para jemaah haji melakukan ritual tawaf dengan mengelilingi Ka'bah. Selain itu, terdapat prosesi sai yang dilakukan di antara Bukit Shafa dan Marwah yang juga menjadi area sangat mustajab untuk berdoa.
Keyakinan ini semakin kuat ketika para jemaah bergerak menuju wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Arafah sendiri memegang peranan krusial sebagai lokasi puncak pelaksanaan haji bagi seluruh jemaah dari berbagai penjuru dunia.
Terkait momentum di Arafah, Imam an-Nawawi melalui kitab Al-Adzkar memberikan anjuran khusus bagi umat Islam. Beliau menjelaskan bahwa sangat disunnahkan untuk meningkatkan frekuensi zikir kepada Allah SWT saat memasuki hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah.
Kalimat tauhid menjadi bentuk doa dan zikir terbaik yang pernah dipanjatkan oleh para nabi terdahulu pada momentum hari Arafah tersebut. Penjelasan ini bersandar pada sebuah hadits dalam al-Muwatha' karya Imam Malik yang diriwayatkan melalui sanad mursal.
Adapun bunyi kalimat tersebut adalah:
┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘ÄÏ¡┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å
Laa ilaaha illal laahu wahdahu laa syariika lah.
"Sebaik-baik doa yang dibaca pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku katakan dan nabi-nabi sebelum aku adalah: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya."
Anjuran Berdoa Selama Perjalanan
Rasulullah SAW juga telah mengajarkan berbagai doa khusus yang bisa diamalkan sepanjang rangkaian ibadah haji berlangsung. Amalan doa ini dapat dipraktikkan mulai dari saat keberangkatan menuju Arab Saudi hingga jemaah kembali ke tanah air dengan selamat.
Anjuran untuk berzikir dan berdoa juga berlaku ketika jemaah melangkah keluar dari rumah, saat menaiki pesawat, maupun selama menempuh perjalanan udara. Aktivitas spiritual ini menjadi sarana mendekatkan diri selama proses perjalanan menuju tanah suci.
Setibanya di kota suci Makkah dan Madinah, jemaah memiliki keleluasaan untuk memohon berbagai hal kepada Sang Pencipta. Permohonan yang dipanjatkan tidak hanya terbatas pada urusan akhirat saja, namun jemaah juga diperbolehkan meminta kebaikan untuk urusan duniawi mereka.
Terdapat kumpulan doa haji yang tergolong mustajab dan dapat dipelajari secara lengkap oleh para jemaah. Panduan doa tersebut mencakup seluruh tahapan ibadah, mulai dari awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian rukun haji diselesaikan secara sempurna di tanah suci.