Langkah Liverpool terhenti pada babak perempat final Liga Champions setelah menelan kekalahan agregat 0-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Anfield pada Rabu (15/4) dini hari WIB. Tim tamu sukses memenangkan leg kedua melalui dua gol yang dicetak oleh Ousmane Dembele.
Kekalahan ini memastikan skuad asuhan Arne Slot tersebut tidak meraih satu pun gelar pada musim kompetisi 2025/26. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, Liverpool gagal membalikkan keadaan meskipun telah melakukan rotasi pemain pada sektor lini serang.
Alexander Isak dipercaya tampil sebagai starter sejak menit pertama, namun hanya bermain selama satu babak sebelum digantikan oleh Cody Gakpo. Keputusan Slot untuk memasang Isak yang baru pulih dari cedera menuai reaksi negatif dari pengamat sepak bola.
Legenda sepak bola Alan Shearer mengkritik efektivitas permainan Isak yang dinilai sangat rendah selama berada di lapangan. Isak tercatat hanya melakukan lima sentuhan sepanjang babak pertama tanpa memberikan kontribusi signifikan bagi tim.
"Isak hampir tidak terlibat sama sekali di permainan. Hanya lima sentuhan di babak pertama, tidak berbuat cukup, dan terlihat tidak bugar," jelas Alan Shearer.
Mantan penyerang timnas Inggris tersebut menyoroti keraguan manajer terhadap kondisi fisik pemain asal Swedia itu sebelum pertandingan dimulai. Shearer menilai pemaksaan Isak untuk tampil sejak awal laga menjadi faktor kegagalan strategi tersebut.
"Slot padahal tidak yakin akan memainkan Isak karena dia baru pulih dari cedera. Kemudian Isak bermain sejak awal, lalu itulah yang terjadi," tambahnya.
Selain performa individu Isak, Shearer juga memberikan analisis mendalam mengenai lemahnya penyelesaian akhir skuad Merseyside Merah. Sepanjang laga, Liverpool melepaskan lima tembakan tepat sasaran namun tidak ada satu pun yang berhasil menembus gawang lawan.
"Inilah yang sebenarnya terjadi pada Liverpool di malam ini dan di sepanjang musim ini, yaitu kualitas di kotak penalti lawan. Tidak tajam," tegasnya.
Shearer kemudian membandingkan ketajaman penyerang PSG yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun untuk mencetak gol. Keunggulan kualitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama pada pertandingan leg kedua tersebut.
"Lihatlah Dembele, bisa bikin gol dalam satu serangan balik," tutupnya.
Alexander Isak yang berstatus sebagai pemain termahal di Liga Inggris kini mendapat sorotan tajam atas performa buruknya sepanjang musim. Penyerang tersebut tercatat baru mengoleksi tiga gol dari 19 pertandingan di semua kompetisi dan belum mencetak gol sama sekali di Liga Champions musim ini.