Aktris dan penulis Lena Dunham mengungkapkan refleksi mendalam mengenai perjalanan hidupnya saat mempromosikan buku memoar terbaru berjudul Famesick pada Selasa (23/4/2026). Dilansir dari Detikcom, Dunham mengaku mengalami ledakan emosi setelah menyelesaikan tur promosi karya tersebut di Amerika Serikat.
"Tiba-tiba dan secara mengejutkan, saya menangis tersedu-sedu dan menyadari bagian dari hidupku yang dirinci ada di dalam Famesick," katanya dilansir dari People, Selasa (23/4/2026).
Mantan bintang serial HBO bertajuk Girls ini merasakan suasana yang sangat intens sekembalinya ke kediaman pribadinya di London. Selama satu pekan penuh, ia berupaya menjaga ketenangan diri dan menetapkan batasan pribadi di tengah hiruk-pikuk promosi bukunya.
"Saya melewatinya dengan penuh tujuan, berjanji setiap jam untuk tetap memiliki batasan dan hadir, melindungi diri sendiri dan terbuka untuk menjalin hubungan," ujar eks bintang series Girl.
Buku Famesick memuat rekam jejak kehidupan Dunham dari berbagai fase usia, mulai dari masa kecil hingga saat ia mencapai ketenaran global. Tulisan tersebut merangkum perasaannya saat tinggal di Los Angeles pada usia 23 tahun hingga momen ketika ia merindukan orang tuanya di usia 38 tahun.
"Lena di usia 25, 29, 33, menyaksikan kota baru berlalu. Lena di usia 35 jatuh cinta, Lena di usia 38 merindukan orang tuanya. Saya adalah Lena yang menulis buku dan Lena yang takut menulis buku. Dan kemudian, akhirnya, saya adalah Lena yang telah menyelesaikan buku itu," ungkapnya.
Selain perjalanan karier, memoar ini merinci satu dekade terakhir kehidupan Dunham, termasuk hubungan asmaranya dengan musisi Jack Antonoff. Ia juga membagikan catatan medis pribadinya terkait perjuangan melawan penyakit endometriosis kronis yang memaksanya menjalani operasi histerektomi saat masih berusia 31 tahun.