Pelatih Timnas U-17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menerapkan kebijakan tegas dengan melarang seluruh pemainnya mengakses media sosial selama turnamen Piala AFF U-17 berlangsung di Surabaya pada Rabu (15/4/2026). Langkah tersebut diambil untuk memproteksi kondisi emosional dan kesehatan mental para pemain muda dari pengaruh negatif dunia maya.
Kurniawan menyampaikan pengumuman tersebut dilansir dari Bola di sela-sela sesi latihan tim di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari. Fokus utama dari aturan ini adalah meminimalkan gangguan stabilitas mental akibat komentar buruk warganet yang berpotensi memecah konsentrasi tim saat menghadapi laga internasional.
Mantan pelatih Sabah FA tersebut menilai bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dedikasi pemain. Ia menekankan bahwa pengendalian diri terhadap teknologi menjadi bagian dari pengorbanan profesional demi mencapai hasil maksimal di kompetisi tingkat Asia maupun Asia Tenggara.
"Khusus di kejuaraan, baik ini AFF maupun AFC, kita melarang pemain untuk membuka media sosial apapun karena ini salah satu pengorbanan mereka," kata Kurniawan.
Selain penutupan akses media sosial, durasi penggunaan telepon genggam bagi Putu Ekayana dan rekan-rekannya juga dibatasi secara ketat oleh tim pelatih. Penggunaan gawai hanya diperbolehkan pada waktu-waktu khusus yang telah dijadwalkan secara sistematis selama periode pemusatan latihan berlangsung.
"Jadi memang di aturan kita selama pemusatan latihan (TC), kita membatasi jam pemakaian telepon sehari cuman 2 sampai 3 jam," tutur Kurniawan.
Keputusan pembatasan komunikasi digital ini berfungsi sebagai langkah preventif. Kurniawan mengakui adanya keterbatasan staf pelatih dalam memantau setiap dinamika psikologis pemain secara individu, sehingga pencegahan dini dianggap sebagai solusi yang paling efektif.
"Karena kita enggak bisa ngontrol mentality atau pikiran pemain. Jadi kita coba untuk antisipasi alangkah baiknya kita tahan dulu selama kejuaraan agar bisa tetap fokus," tegas Kurniawan.
Aturan ini tidak hanya dibebankan kepada para pemain, namun juga berlaku secara menyeluruh bagi staf dan ofisial tim. Mantan pelatih akademi Como 1947 tersebut ingin membangun keadilan internal dan kesamaan visi di antara seluruh elemen tim demi mengejar target juara pada turnamen kali ini.
"Ini tidak berlaku untuk para pemain saja, untuk semua staf ofisial kita memperlakukan yang sama sehingga cukup fair. Jadi, semua yang ada di tim, baik pemain ataupun timnya bisa benar-benar fokus untuk kejuaraan ini," pungkas Kurniawan.
Timnas U-17 Indonesia saat ini tengah mematangkan persiapan taktis menjelang pertandingan penting melawan Malaysia U-17 di Kota Surabaya.