Kukusan Kembali Menjadi Tren Jajanan Sehat Lintas Generasi

Kukusan Kembali Menjadi Tren Jajanan Sehat Lintas Generasi
Foto: Ilustrasi Kukusan Kembali Menjadi Tren Jajanan Sehat Lintas Generasi.

Makanan kukusan belakangan ini kembali menarik perhatian masyarakat di tengah ramainya tren kuliner kekinian yang serba ekstrem dan berminyak. Kuliner tradisional ini dinilai menjadi alternatif yang lebih bersahaja dan menyehatkan bagi tubuh.

Metode pengolahan dengan memanfaatkan uap panas dari air mendidih ini sekarang semakin mudah dijumpai di berbagai tempat. Mulai dari pinggir jalan, pasar tradisional, hingga sudut perkotaan kerap menyajikan aneka kukusan sebagai opsi menu sarapan.

Kehadiran piring-piring kukusan di ruang publik seolah menandakan adanya pergeseran selera konsumen. Masyarakat mulai menyadari bahwa makanan yang lezat tidak selamanya harus melalui proses penggorengan.

Citra makanan kukusan yang dahulu identik sebagai konsumsi orang lanjut usia kini mulai memudar, seperti dilansir dari Katanetizen. Kelompok generasi muda yang mulai peduli pada pola makan sehat juga turut meramaikan basis penggemar kuliner ini.

Proses pengukusan menghasilkan tekstur makanan yang lembut sehingga lebih ringan saat diproses oleh sistem pencernaan. Selain itu, cara memasak ini terbukti ampuh dalam mempertahankan kandungan zat gizi sekaligus menekan penggunaan minyak goreng.

Variasi bahan pangan yang diolah dengan cara ini juga sangat beragam di pasaran. Konsumen dapat dengan mudah menemukan umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, kentang, hingga jagung manis dan kacang edamame dengan harga terjangkau.

Rincian Kandungan Gizi dan Kalori

Secara umum, makanan yang dikukus memiliki total kalori dan lemak yang jauh lebih rendah daripada makanan gorengan. Umbi-umbian yang dikukus menjadi sumber karbohidrat kompleks yang mendukung program diversifikasi pangan lokal.

Berdasarkan Ukuran Rumah Tangga (URT), porsi sumber karbohidrat umumnya mengandungi sekitar 175 kalori, 4 gram protein, dan 40 gram karbohidrat. Jumlah energi tersebut setara dengan satu gelas nasi atau sekitar 100 gram.

Nilai gizi yang setara dengan seporsi nasi tersebut bisa didapatkan dari dua buah kentang ukuran sedang seberat 210 gram. Pilihan lainnya adalah satu setengah potong singkong seberat 120 gram.

Masyarakat juga bisa mengonsumsi setengah buah talas ukuran sedang seberat 125 gram. Opsi terakhir adalah satu buah ubi jalar kuning ukuran sedang dengan berat 135 gram untuk mendapatkan energi serupa.

Untuk kategori buah, satu buah pisang kepok kukus menyimpan sekitar 50 kalori dan 10 gram karbohidrat. Sementara dua sendok makan kacang tanah kupas mengandung 80 kalori, 6 gram protein, 3 gram lemak, serta 8 gram karbohidrat.

Relevansi dalam Mencegah Masalah Kesehatan

Kebiasaan mengonsumsi makanan kukusan menjadi langkah nyata dalam menerapkan pola makan yang lebih bijak. Langkah ini kian relevan mengingat berbagai gangguan kesehatan kronis kini sudah mulai menyerang masyarakat tanpa memandang batasan usia.

Penyakit seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, hingga kanker saat ini mengancam kelompok usia produktif. Karakteristik hidangan kukusan yang sederhana dan bersahabat bagi tubuh dapat dipadukan dengan konsep gizi seimbang untuk hasil optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi