Tren tampilan kulit bening, lembap, halus, dan memantulkan cahaya seperti kaca masih menjadi impian banyak wanita. Untuk meraih hasil tersebut, klinik kecantikan kini banyak menawarkan perawatan estetika populer bernama skin booster glass skin.
Dilansir dari Wolipop, skin booster bekerja memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh melalui injeksi kecil di beberapa titik wajah. Metode ini berbeda dengan filler yang berfokus menambah volume pada area tertentu.
Istilah glass skin treatment sering digunakan sebagai strategi pemasaran di berbagai klinik kecantikan. Oleh karena itu, komposisi bahan aktif dan teknik perawatan yang diterapkan bisa berbeda-beda pada setiap tempat.
Meskipun formulasi yang digunakan bervariasi, terdapat beberapa bahan skincare utama yang umumnya dipakai dalam tindakan skin booster.
Bahan pertama adalah Hyaluronic Acid (HA) yang paling sering digunakan karena kemampuan tinggi dalam mengikat air. Kandungan ini membantu kulit terasa lebih lembap, kenyal (plumpy), tampak bercahaya, serta memiliki tekstur yang lebih halus.
Bahan kedua yakni PN atau PDRN yang populer dikenal sebagai salmon DNA. Komponen ini berfungsi membantu proses regenerasi kulit, memperbaiki tekstur, dan memberikan efek kulit sehat secara bertahap.
Bahan ketiga adalah Vitamin C. Kandungan vitamin ini secara umum ditujukan untuk membantu kulit wajah tampak lebih segar dan cerah.
Prosedur Perawatan dan Sensasi Injeksi
Prosedur perawatan ini diawali dengan tindakan facial dan mikrodermabrasi untuk mengoptimalkan hasil akhir. Mikrodermabrasi memakai microderm peeling untuk mengangkat sel kulit mati, menyamarkan garis halus, mengatasi flek, dan mengecilkan pori-pori.
Setelah proses eksfoliasi tersebut, terapis mengoleskan krim anestesi ke seluruh permukaan wajah selama 30 menit. Langkah ini dilakukan hingga kulit benar-benar mati rasa sebelum tindakan penyuntikan dimulai.
Dokter kemudian memberikan beberapa kali injeksi pada tiga bagian wajah utama, yaitu kening, pipi kiri, dan pipi kanan. Proses penyuntikan cairan ini berlangsung dalam waktu kurang dari 15 menit.
Bagi individu dengan toleransi nyeri yang tinggi, proses injeksi pada wajah cenderung terasa nyaman dan tidak terlalu menyakitkan. Efek setelah tindakan berupa benjolan kecil kemerahan yang hanya bertahan selama beberapa jam.
Aturan Perawatan dan Hasil Akhir
Waktu pemulihan atau down time pascatindakan bervariasi untuk setiap orang, namun bekas suntikan umumnya hilang keesokan harinya. Demi menjaga hasil maksimal, terdapat sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi setelah menjalani perawatan.
Pasien dilarang mencuci wajah selama delapan jam setelah treatment dan tidak boleh memakai skincare apapun kecuali tabir surya selama tiga hari. Pemakaian tabir surya juga wajib diaplikasikan ulang secara berkala.
Pasien juga dilarang mengonsumsi makanan laut seperti cumi, kepiting, dan udang. Jika muncul reaksi alergi setelah tindakan, pasien dianjurkan segera menghubungi dokter di klinik kecantikan tersebut.
Perubahan kondisi kulit mulai terlihat sekitar tiga hari setelah tindakan, ditandai dengan kulit terasa lebih kenyal, halus, dan cerah. Efek glowing yang muncul membuat riasan wajah menjadi lebih menyatu dan tampak segar.
Biaya untuk tindakan glass skin treatment ini dipatok sebesar Rp 1.000.000. Sementara itu, untuk layanan tambahan berupa mikrodermabrasi dan facial whitening dikenakan biaya sebesar Rp 365.000.