Kemensos Perbarui Sistem Bansos 2026 Gunakan Desil Kesejahteraan

Kemensos Perbarui Sistem Bansos 2026 Gunakan Desil Kesejahteraan
Foto: Ilustrasi Kemensos Perbarui Sistem Bansos 2026 Gunakan Desil Kesejahteraan.

Pemerintah Indonesia melakukan pembaruan signifikan pada sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2026. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Dilansir dari Bansos, skema penentuan penerima kini mengacu pada sistem desil kesejahteraan. Sistem ini membagi kondisi ekonomi masyarakat ke dalam 10 tingkatan yang berbeda secara spesifik.

Pengelompokan ini bertujuan agar program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya menjangkau warga di tingkat ekonomi terendah.

Sistem desil merupakan mekanisme pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kemakmuran mereka. Semakin rendah angka desil yang dimiliki, maka semakin besar peluang warga untuk mendapatkan bantuan.

Masyarakat dalam kategori Desil 1 diklasifikasikan sebagai kelompok sangat miskin. Sementara itu, Desil 2 hingga 4 mencakup masyarakat miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan miskin.

Untuk kategori Desil 5, pemerintah memasukkannya dalam kelompok menengah ke bawah yang masih memiliki peluang menerima jenis bantuan tertentu. Sebaliknya, Desil 6 hingga 10 tidak akan mendapatkan bansos karena dianggap mampu.

Syarat dan Prioritas Penerima Bantuan

Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan kriteria ketat berdasarkan kebijakan terbaru tahun 2026. Kelompok Desil 1 sampai 4 ditetapkan sebagai prioritas utama untuk menerima PKH dan BPNT.

Data penerima bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi riil di lapangan. Jika ekonomi seseorang meningkat dan masuk ke desil lebih tinggi, data akan diperbarui secara otomatis.

Pembaruan ini berpotensi menyebabkan warga tersebut dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan dukungan finansial dari negara.

Mekanisme Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)

Seluruh proses penyaluran bansos 2026 kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi basis tunggal yang diperbarui secara berkala oleh lintas instansi pemerintah.

Apabila terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dapat melakukan pembaruan secara mandiri. Langkah pertama adalah mendatangi kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat untuk mengajukan permohonan.

Setelah pengajuan, petugas akan melakukan pendataan atau survei lapangan untuk memverifikasi kondisi ekonomi yang sebenarnya. Hasil verifikasi kemudian dibahas dalam musyawarah desa sebelum dikirim ke BPS untuk pemeringkatan ulang.

Panduan Cek Bansos 2026 Secara Online

Masyarakat kini dapat mengetahui status kepesertaan dan kategori desil mereka secara mandiri. Layanan ini tersedia melalui situs resmi yang disediakan oleh pihak Kemensos.

Pengguna cukup mengakses laman resmi dan memilih wilayah domisili mulai dari tingkat Provinsi hingga Desa. Nama lengkap yang diinput harus sesuai dengan data pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Setelah mengisi kode captcha dan menekan tombol cari data, sistem akan menampilkan informasi lengkap. Informasi tersebut mencakup status penerima bantuan serta posisi desil kesejahteraan keluarga yang bersangkutan.

Update Penyaluran Tahap 2 Melalui KKS

Pemerintah bersama BPS dan Dukcapil terus menyisir data penerima agar tetap akurat. Saat ini, data mencakup sekitar 95,3 juta keluarga atau setara dengan 289,3 juta individu di seluruh Indonesia.

Dalam pembaruan terbaru, terdapat lebih dari 11.000 penerima yang dicoret karena masuk ke kategori Desil 5 hingga 10. Di sisi lain, sekitar 25.000 keluarga baru ditambahkan ke dalam daftar prioritas Desil 1 hingga 4.

Penyaluran bansos tahap 2 tahun 2026 dilaksanakan melalui sistem perbankan. Para penerima manfaat dapat mencairkan bantuan tersebut menggunakan Kartu KKS Merah Putih di jaringan bank pemerintah yang telah ditunjuk.

Artikel terkait

Rekomendasi