Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior 2026 di GOR Saparua, Bandung, pada 17-19 April 2026. Kompetisi ini fokus menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan ke tingkat dunia sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Ajang tahunan ini diikuti oleh 257 peserta yang terdiri dari atlet dan ofisial dari 25 Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI di seluruh Indonesia. Setiap provinsi mengirimkan kuota maksimal empat atlet serta satu pelatih guna memperebutkan prestasi dalam kejuaraan tersebut.
Penyelenggaraan ini didukung penuh oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai sponsor tunggal yang menanggung seluruh kebutuhan operasional. Fasilitas yang diberikan meliputi biaya kompetisi, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga perlengkapan teknis seperti pakaian tanding resmi bagi atlet dan panitia.
Sekretaris Jenderal PB PABSI, Joko Pramono, mengonfirmasi bahwa bantuan ini sangat membantu keberlanjutan pembinaan atlet di daerah-daerah. Antusiasme peserta meningkat karena beban biaya yang biasanya ditanggung mandiri kini sepenuhnya difasilitasi oleh pihak sponsor.
"Semua kebutuhan atlet ditanggung, mulai dari transportasi hingga hotel. Bahkan competition fee yang biasanya mahal jika kejuaraan di luar negeri pun gratis. Ini membuat daerah-daerah semakin termotivasi untuk mengirimkan atlet terbaiknya," ujar Joko Pramono, Sekretaris Jenderal PB PABSI.
Joko menambahkan bahwa Kejurnas merupakan wadah strategis dalam menemukan talenta baru. Partisipasi daerah dinilai tetap tinggi karena akses kompetisi yang terbuka luas tanpa kendala finansial bagi perwakilan provinsi yang hadir.
Direktur Operasional PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan komitmen perusahaannya untuk terus memajukan olahraga angkat besi nasional. Ia berharap kompetisi rutin ini dapat melahirkan regenerasi atlet yang mampu bersaing di kancah global.
"Kami berharap dari Kejurnas ini akan lahir atlet-atlet baru yang mampu melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di Olimpiade dan kejuaraan dunia," kata Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Operasional PT Pupuk Indonesia (Persero).
Staf Ahli Ketua KONI Pusat, Kukuh Surya, mengapresiasi konsistensi PB PABSI dalam menjaga kesinambungan kompetisi tingkat nasional. Menurutnya, kolaborasi antara induk organisasi olahraga dan sektor korporasi adalah kunci dalam menghadapi ketatnya persaingan prestasi di level internasional.
"Tradisi medali di Olimpiade menjadi bukti pembinaan berjalan baik. Kejurnas ini harus menjadi ajang evaluasi sekaligus pembuktian bagi para atlet, baik senior maupun yang baru naik kelas," papar Kukuh Surya, Staf Ahli Ketua KONI Pusat.
Pertandingan dalam Kejurnas ini dijadwalkan berlangsung dalam tiga hingga empat sesi setiap harinya di bawah kepemimpinan Technical Delegate Sonny Kasiran. Sebanyak 25 wasit juri dari berbagai provinsi dilibatkan untuk memimpin jalannya seluruh nomor yang diperlombakan.