Kecelakaan hebat yang menimpa Alex Marquez dalam gelaran MotoGP Catalunya 2026 menyisakan kerugian material yang sangat besar. Insiden dalam kecepatan tinggi tersebut membuat sepeda motor Ducati Desmosedici GP yang ia tunggangi mengalami kerusakan parah hingga terbelah menjadi dua bagian.
Pemandangan serpihan kendaraan yang berserakan di lintasan balap tersebut menyimpan nilai kerugian finansial yang mencapai puluhan miliar rupiah. Sepeda motor yang digunakan di kelas utama MotoGP merupakan sebuah prototipe eksklusif yang dirancang khusus dan tidak dijual bebas untuk masyarakat umum.
Seperti dikutip dari Suara, satu unit sepeda motor MotoGP modern seperti Ducati Desmosedici GP memiliki nilai yang sangat fantastis. Harga kendaraan eksperimental tersebut ditaksir menyentuh angka 3 juta hingga 5 juta Dolar AS, atau setara dengan Rp48 miliar hingga Rp80 miliar tergantung pada paket teknologi yang diterapkan.
Nilai properti balap yang tinggi ini dipengaruhi oleh penggunaan material eksotis pada setiap bagian kendaraan. Biaya riset dan proses manufaktur paling banyak terserap untuk pengembangan sasis serta bodi yang memanfaatkan serat karbon (carbon fiber) berkarakteristik sangat ringan namun kuat.
Selain material sasis, kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem elektronik balap (ECU) paling mutakhir. Sektor dapur pacu ditenagai oleh mesin V4 berteknologi tinggi yang mampu menghasilkan tenaga besar di atas 250 horsepower, ditunjang perangkat aerodinamika rumit yang lolos uji terowongan angin.
Rekayasa Keselamatan di Balik Hancurnya Kendaraan
Kerusakan parah hingga motor terbelah menjadi dua bagian saat menabrak ban belakang motor KTM milik Pedro Acosta merupakan bagian dari rekayasa keselamatan. Beberapa komponen pada sepeda motor MotoGP modern sengaja dirancang untuk mudah terlepas atau patah ketika terjadi benturan ekstrem.
Mekanisme ini berfungsi untuk menyerap energi kinetik yang dihasilkan dari kecelakaan tersebut. Melalui penyerapan energi oleh komponen kendaraan yang hancur, risiko fatal yang dapat diterima oleh fisik pembalap dapat dikurangi secara signifikan.
Teknologi perlindungan ini berhasil meminimalkan dampak fatal pada tubuh Alex Marquez, meskipun sang pembalap tetap memerlukan perawatan medis akibat mengalami cedera pada tulang selangka. Di sisi lain, tim Gresini Racing telah menyiapkan motor cadangan dengan spesifikasi dan nilai serupa agar pembalap mereka dapat kembali berkompetisi.