Ahli Sarankan Perempuan Usia 30-an Lakukan 7 Kebiasaan Ini demi Panjang Umur

Ahli Sarankan Perempuan Usia 30-an Lakukan 7 Kebiasaan Ini demi Panjang Umur
Foto: Ilustrasi Ahli Sarankan Perempuan Usia 30-an Lakukan 7 Kebiasaan Ini demi Panjang Umur.

Memasuki usia 30 tahun, tubuh manusia mulai mengalami berbagai penyesuaian kondisi fisik secara alami. Beberapa perubahan yang terjadi di antaranya adalah penurunan massa otot secara perlahan serta perlambatan sistem metabolisme tidak seperti saat berumur 20-an.

Meski begitu, penerapan kebiasaan kecil secara konsisten pada rentang umur ini dapat memberikan pengaruh signifikan bagi kesehatan di masa tua. Seperti dilaporkan oleh Lifestyle, beberapa rutinitas bahkan dinilai dapat membantu perempuan menjalani kehidupan yang lebih sehat dan berumur panjang.

Para pakar kesehatan menyarankan tujuh langkah yang dapat diterapkan oleh perempuan berusia 30 tahun agar kondisi fisik tetap prima hingga memasuki masa lansia.

Penerapan latihan kekuatan atau strength training menjadi aktivitas yang krusial karena tubuh mulai kehilangan massa otot sekitar 3 sampai 5 persen dalam setiap dekade setelah melewati usia 30 tahun.

Peneliti nutrisi dan olahraga dari Stanford Lifestyle Medicine, Rachele Pojednic, PhD menjelaskan bahwa perempuan harus menjaga kekuatan otot mereka demi menghindari bahaya osteoporosis serta risiko terjatuh di masa mendatang.

"Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis karena massa tulangnya memang lebih sedikit sejak awal," kata Pojednic, seperti dilansir SELF Magazine, Kamis (21/5/2026).

Aktivitas olahraga seperti angkat beban, pilates, barre, hingga resistance training dapat membantu memperkokoh otot sekaligus mempertahankan kepadatan tulang. Kegiatan ini juga berkhasiat menjaga kebugaran, membetulkan postur, serta melatih keseimbangan tubuh.

Proses ini tidak harus dimulai dengan olahraga berat secara langsung. Perempuan dapat mengawalinya melalui latihan ringan yang dilakukan secara konsisten beberapa kali dalam sepekan.

2. Berjalan Kaki di Ruang Terbuka

Tekanan hidup, urusan keluarga, hingga kesibukan pekerjaan sehari-hari sering kali memicu stres jangka panjang bagi perempuan di usia 30-an. Oleh karena itu, aktivitas berjalan kaki santai di luar ruangan menjadi salah satu anjuran sederhana yang efektif.

Direktur Aging, Metabolism, and Emotions Center di University of California San Francisco, Elissa Epel, PhD memaparkan bahwa kondisi stres yang berkepanjangan dapat mempercepat penuaan pada sel tubuh.

"Stres dapat mempercepat penuaan sel dan meningkatkan risiko penyakit terkait usia seperti penyakit jantung dan demensia," ujar Epel.

Meluangkan waktu berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit di area terbuka terbukti ampuh membuat tubuh menjadi lebih rileks. Selain itu, paparan sinar matahari dan pemandangan alam sekitar bermanfaat memperbaiki suasana hati serta mengoptimalkan kualitas tidur.

Melihat pepohonan atau langit pada sore hari bahkan diklaim mampu memberikan rasa tenang sekaligus mereduksi kecemasan seseorang.

3. Meningkatkan Konsumsi Makanan Utuh

Aspek pola makan memegang peranan paling besar dalam memengaruhi tingkat harapan hidup seseorang. Para ahli medis sangat menyarankan perempuan berumur 30 tahun untuk membatasi konsumsi makanan ultra-proses dan beralih ke whole foods atau makanan utuh.

Dokter spesialis jantung preventif, Danielle Belardo, MD menyatakan bahwa penerapan pola makan berbasis tumbuhan seperti diet Mediterania memiliki dampak positif bagi kesehatan organ otak dan jantung.

"Saya menyarankan pasien untuk memperbanyak buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh," kata Belardo.

Produk makanan olahan umumnya mengandung kadar gula, garam, serta lemak jenuh tinggi yang memicu timbulnya penyakit kronis. Di sisi lain, bahan makanan segar kaya akan serat, vitamin, dan zat antioksidan yang menjaga daya tahan tubuh lebih lama.

Langkah awal menuju gaya hidup sehat ini bisa dimulai dari hal simpel, misalnya mengganti camilan manis dengan buah segar atau menambah porsi sayuran ke dalam menu makan harian.

4. Memenuhi Target Protein Harian

Nutrisi protein tidak sekadar berfungsi untuk pembentukan otot, melainkan juga krusial dalam mempertahankan kekuatan fisik seiring bertambahnya usia seseorang.

Rachele Pojednic menyebutkan bahwa perempuan yang telah menginjak usia 30 tahun disarankan menaikkan target asupan protein mereka menjadi berkisar 80 sampai 100 gram per hari.

"Asupan protein yang cukup membantu melawan penyusutan otot yang mulai terjadi setelah usia 30 tahun," ujarnya.

Kebutuhan zat ini dapat dipenuhi dari konsumsi telur, ikan, daging ayam, susu, yoghurt, hingga jenis kacang-kacangan serta lentil. Protein bekerja menjaga pasokan energi, memperkuat tubuh, dan mempercepat pemulihan fisik setelah beraktivitas.

Pembagian konsumsi kecukupan protein secara merata sepanjang hari juga berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh tetap bekerja secara optimal.

5. Menyisipkan Gerakan Melompat dalam Rutinitas

Aktivitas fisik sederhana seperti gerakan melompat ternyata menyimpan dampak positif yang masif bagi kesehatan sistem otot dan tulang perempuan.

Ahli bedah ortopedi sekaligus peneliti longevity, Vonda Wright, MD menjabarkan bahwa gerakan melompat efektif menjaga tingkat kepadatan tulang sekaligus melatih kelompok otot tubuh bagian bawah.

"Gerakan melompat membantu menjaga kelincahan tubuh dan mengurangi risiko jatuh saat usia bertambah," kata Wright.

Latihan melompat ini turut mengasah fast-twitch muscle fibers atau serat otot cepat yang memegang peranan penting bagi sistem keseimbangan tubuh.

Perempuan dapat mempraktikkan gerakan lompat ringan, skipping, hopscotch, atau variasi gerakan serupa selama beberapa menit dalam kehidupan sehari-hari.

6. Merawat Kekuatan Otot Dasar Panggul

Kondisi pelvic floor atau otot dasar panggul sering kali luput dari perhatian perempuan di usia muda. Padahal, pemeliharaan area ini sangat vital untuk mengantisipasi gangguan kesehatan seperti inkontinensia urine ketika lanjut usia.

Vonda Wright menambahkan bahwa faktor kehamilan, tingkat stres, serta proses penambahan usia dapat memicu pelemahan pada struktur otot dasar panggul.

"Melatih otot dasar panggul sejak usia 30-an dapat membantu mencegah masalah kandung kemih di masa depan," ujarnya.

Metode senam Kegel menjadi salah satu solusi paling praktis untuk memperkokoh area panggul tersebut. Rutinitas ini juga mendatangkan manfaat dalam mempertahankan kualitas hidup perempuan saat menyongsong fase menopause.

7. Menjalankan Pemeriksaan Kesehatan secara Berkala

Sebagian besar perempuan cenderung baru mendatangi fasilitas kesehatan atau dokter ketika kondisi tubuh mereka sudah jatuh sakit. Padahal, pemeriksaan medis secara berkala sangat krusial untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak fase awal.

Danielle Belardo selaku dokter spesialis jantung preventif menyarankan agar perempuan berusia 30 tahun mulai menentukan dokter utama guna memantau perkembangan kondisi tubuh secara rutin.

Rangkaian tes medis berupa pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga fungsi organ hati dan ginjal dapat memetakan status kesehatan sebelum penyakit serius berkembang.

Melalui deteksi dini terhadap kondisi tubuh, perempuan dapat segera mengambil tindakan atau melakukan transformasi gaya hidup yang diperlukan demi menjaga kesehatan dan memperpanjang usia.

Artikel terkait

Rekomendasi