Sebuah rekaman video lama dari rangkaian tur Withered milik musisi d4vd kembali menjadi pusat perhatian dan memicu diskusi panas di platform media sosial. Dilansir dari Wolipop, klip tersebut memuat monolog berjudul Invisible String Theory yang kini dihubungkan oleh netizen dengan kasus hilangnya Celeste Rivas Hernandez.
Video yang pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2025 ini awalnya dipandang sebagai elemen artistik murni dalam pertunjukan musik sang artis. Namun, seiring dengan terungkapnya detail mengerikan mengenai nasib Celeste, publik mulai melihat konten tersebut dari perspektif yang jauh lebih kelam.
Dalam monolognya, d4vd menggambarkan narasi tentang dua individu yang terikat sejak lahir oleh benang tak kasat mata, sebuah metafora yang lazim digunakan untuk takdir cinta. Narasi emosional tersebut juga mempertanyakan alasan di balik kerenggangan hubungan, hingga menyentuh tema cinta yang tetap abadi melampaui kematian.
Saat pertama kali ditampilkan di atas panggung, para penggemar memberikan apresiasi tinggi dan menganggap karya tersebut sebagai puisi yang menyentuh hati. Kondisi ini berubah drastis setelah muncul dugaan dari sebagian warganet bahwa suara yang terdengar dalam monolog itu merupakan milik Celeste.
Publik menyoroti adanya kesesuaian waktu yang dianggap sangat tidak wajar dalam kronologi peristiwa ini. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, Celeste dilaporkan terakhir kali terlihat pada 23 April 2025, tepat setelah ia dikabarkan mengunjungi kediaman d4vd.
Hanya berselang empat hari dari hilangnya korban, tepatnya pada 27 April, konten tur Withered tersebut dipublikasikan ke hadapan publik, termasuk monolog yang saat ini tengah diperdebatkan keberadaannya. Beberapa bulan kemudian, pada September 2025, jasad Celeste ditemukan di dalam sebuah kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan sang musisi.
Rangkaian kejadian yang berdekatan ini menjadi topik utama pembicaraan di jagat maya, di mana banyak pihak mempertanyakan etika dan latar belakang penggunaan suara pribadi dalam pertunjukan komersial di waktu yang sangat dekat dengan hilangnya seseorang.
Konsep Benang Merah Takdir
Secara filosofis, monolog Invisible String Theory ini terinspirasi dari konsep yang menyerupai kepercayaan tradisional Jepang mengenai benang merah takdir. Kepercayaan ini meyakini bahwa dua orang yang ditakdirkan bersama akan selalu terhubung oleh ikatan yang tidak bisa putus, bagaimanapun situasinya.
Meskipun d4vd dikenal sebagai musisi yang sering mengeksplorasi kedalaman emosi dan hubungan antarmanusia, konteks hukum yang tengah menjeratnya membuat tema-tema tersebut kini terasa menyeramkan bagi sebagian penonton.
"Ini bukan seni lagi. Ini terasa mengganggu setelah tahu timeline-nya," komentar netizen di X.
Sementara yang lain mempertanyakan, "Kalau itu benar suara dia, bagaimana bisa dipakai seperti itu?"
Hingga saat ini, d4vd secara resmi menyatakan dirinya tidak bersalah atas berbagai tuduhan serius, termasuk pembunuhan tingkat pertama dan pelanggaran lain terhadap korban di bawah umur. Musisi tersebut masih berada dalam tahanan tanpa jaminan guna menunggu proses persidangan lebih lanjut.
Pihak tim hukum d4vd terus menegaskan bahwa klien mereka tidak bersalah dalam kasus ini. Namun, mereka hingga kini belum memberikan tanggapan spesifik terkait video monolog yang kembali viral dan mengundang kontroversi di tengah masyarakat tersebut.