Material pelapis lantai memiliki beragam jenis pilihan, salah satunya adalah tegel yang kerap dijumpai pada bangunan atau rumah-rumah lama.
Material yang dibuat menggunakan kombinasi semen serta pasir ini kerap dimanfaatkan sebagai elemen dekorasi ruangan karena menawarkan corak khas yang mampu memperindah tampilan lantai.
Proses pemasangan tegel pada dasarnya serupa dengan keramik, yakni memerlukan proses perendaman terlebih dahulu sebelum diaplikasikan.
"Tegel harus direndam juga karena dapat menyerap air semen," kata Ahli Konstruksi, Davy Sukamta, saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/05/2026).Davy menambahkan bahwa material tegel mempunyai ukuran ketebalan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan keramik, sehingga risiko tegel terangkat ke atas hampir tidak pernah terjadi.
Pelapis lantai jenis ini menawarkan sejumlah keunggulan tersendiri seperti dilansir dari Properti. Berdasarkan keterangan Founder Sarasa Tegel & Antik, Heru Suprihantono, pola atau motif tegel dapat diproduksi secara kustom sesuai dengan permintaan dari pihak pembeli.
"Jadi, pembeli itu bisa membuat (tegel) dengan desain sendiri atau dia punya desain, bisa dibuatkan," ujarnya, dikutip Selasa (19/05/2026).Keunggulan berikutnya terletak pada suhu tegel yang terasa lebih dingin lantaran memiliki pori-pori pada permukaannya, berbeda dengan keramik yang permukaannya tertutup oleh lapisan glasir.
"Kalau keramik kan ada glasirnya, jadi tidak punya pori-pori. Kalau tegel dari semen itu, masih bisa menyerap air, sehingga masih seperti natural," kata Heru.Selain itu, aspek kekuatan juga menjadi daya tarik utama karena ketebalannya membuat material ini menjadi lebih kokoh dan tidak gampang mengalami pecah.
Karakteristik tersebut menjadikan tegel sebagai opsi tepat bagi penghuni rumah yang menginginkan lantai berdaya tahan lama sekaligus menekan risiko biaya renovasi mendadak.
"Kalau pemasangannya kurang bagus, tegel masih lebih kuat karena ketebalannya," ujarnya.Kemudahan dalam hal perawatan juga menjadi nilai tambah, di mana lantai tegel cukup dibersihkan menggunakan air tanpa perlu tambahan formula sabun atau cairan pembersih kimia.
Heru menyatakan tegel dengan kualitas yang baik bahkan mampu mempertahankan kilapnya secara optimal meskipun hanya mendapatkan tindakan pemolesan satu kali setelah dipasang.
"Perawatannya cuma dipel pake air. Karena kalau pake yang kimia, bahan tersebut akan masuk ke dalam tegel dan biasanya akan muncul (noda) putih-putih," jelasnya.<""Bagus juga kalau pake parutan kelapa, itu kalau jaman dulu. Kalau pake kimia, sabun, itu bahaya," imbuh Heru.Kekurangan dan Rincian Harga Tegel
Di balik deretan keunggulannya, tegel memiliki kekurangan dari segi nilai jual yang relatif tinggi di pasaran, terutama untuk jenis tegel yang memiliki motif khusus dibanding tegel polos.
"Kalau harga mungkin lebih mahal. Tegel semen (di Sarasa Tegel) itu Rp 370.000 per meter. Itu yang motif, bukan yang timbul. Kalau yang timbul, kami jual Rp 450.000 per meter. Per meter itu 20 biji, ukurannya 20 cm," pasar Heru.Oleh karena itu, pemilik hunian yang tertarik menerapkan material ini disarankan untuk mengalokasikan anggaran lebih tinggi guna membiayai proses pemasangan di rumah.