Juan Musso Sebut Tuduhan Perampokan Raphinha Terhadap Wasit Gila

Juan Musso Sebut Tuduhan Perampokan Raphinha Terhadap Wasit Gila
Foto: Ilustrasi Juan Musso Sebut Tuduhan Perampokan Raphinha Terhadap Wasit Gila.

Kiper Atletico Madrid, Juan Musso, memberikan respons tegas terhadap pernyataan winger Barcelona, Raphinha, terkait kepemimpinan wasit dalam laga perempat final leg kedua Liga Champions pada Selasa (14/4/2026). Meski Barcelona menang 2-1, klub asal Catalan tersebut tetap tersingkir karena kalah agregat 2-3 dari Atletico.

Pertandingan yang berlangsung sengit itu diwarnai sejumlah insiden krusial, mulai dari luka pada hidung Fermin Lopez hingga kartu merah yang diterima bek Barcelona, Eric Garcia. Ketidakpuasan atas hasil tersebut memicu Raphinha melontarkan kritik pedas yang menyebut bahwa timnya telah dirampok oleh wasit Clement Turpin, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

"Seolah-olah ada tiga penalti yang tidak diberikan kepada mereka atau empat kartu merah. Anda enggak bisa membicarakan tentang perampokan," ceplos Musso dikutip AS.

Musso menyatakan bahwa meskipun dirinya menghormati perbedaan pendapat, penggunaan istilah perampokan dianggap tidak membantu situasi setelah pertandingan berakhir. Ia menekankan bahwa kemenangan Atletico didasarkan pada performa di atas lapangan hijau sepanjang dua pertemuan.

"Aku paham apa yang dikatakan Raphinha, aku paham apa yang mungkin akan dikatakan orang lain, aku menghormati pendapat orang lain, tapi mari untuk tidak mulai membicarakan tentang perampokan karena itu tidak membuat situasinya jadi lebih mudah," sambung Musso.

Penjaga gawang asal Argentina tersebut kemudian merujuk pada hasil laga tandang mereka sebelumnya sebagai bukti keunggulan Atletico. Ia juga menyinggung insiden kartu merah yang menurutnya merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang disayangkan.

"Kami toh menang di atas lapangan, kami mengalahkan mereka 2-0 di laga tandang. Orang terakhir, di dalam sepakbola itu kartu merah, sayang sekali," lanjut Musso.

Pemain berusia 31 tahun tersebut menegaskan bahwa Barcelona tetap merupakan tim besar yang memberikan motivasi tinggi bagi skuad Atletico. Namun, ia tetap bersikeras bahwa narasi mengenai kecurangan wasit adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

"Barca itu tim yang sangat kami hormati dan sangat memotivasi kami saat bermain melawan mereka. Mereka itu sebuah tim yang hebat, tapi membicarakan tentang perampokan itu gila. Sungguh gila mencoba menganggap ini sebagai perampokan. Jika mereka meminta penalti atas apa yang terjadi pada Fermin, itu adalah gerakan dariku yang membuat dia terluka, dan aku tidak pernah menginginkannya," urai Musso.

Terkait benturan dengan Fermin Lopez yang sempat diprotes pihak Barcelona, Musso menjelaskan kronologi kejadian tersebut dari sudut pandangnya. Ia mengaku segera memastikan kondisi pemain muda Barcelona itu sesaat setelah insiden terjadi.

"Aku langsung mendatangi dia untuk melihat kondisi dia. Itu adalah gerakan yang bisa terjadi, dia menanduk bola dan aku menjulurkan kakiku untuk menghalangi bola. Bagaimana mungkin ada orang yang menganggap itu penalti?" ceplos Musso merespons Raphinha.

Artikel terkait

Rekomendasi