Pembalap MotoGP Jorge Martin menyampaikan permohonan maaf atas tindakan emosionalnya di garasi Aprilia. Insiden ini terjadi setelah sang pembalap gagal menyelesaikan balapan dalam kompetisi yang berlangsung di Sirkuit Montmelo, Barcelona.
Seperti dikutip dari Detik Oto, Jorge Martin tidak berhasil membawa pulang poin pada seri MotoGP Catalunya 2026. Nasib buruk menimpa pembalap berjuluk Martinator tersebut sejak sesi Sprint Race hingga balapan utama dimulai.
Ketika balapan utama diulang untuk kedua kalinya, Jorge Martin yang sedang mengamankan posisi kedua ditabrak oleh Raul Fernandez dari belakang. Benturan tersebut membuat Martin tersungkur ke area gravel, sementara Fernandez tetap melanjutkan balapan.
FIM selaku pihak regulator kemudian memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi apa pun atas insiden tabrakan tersebut. Keputusan ini memicu kekecewaan Jorge Martin yang kembali ke paddock dengan memberikan tepuk tangan sarkas ke arah kru Aprilia.
Situasi memanas saat beberapa kru berusaha menenangkan Jorge Martin dengan menepuk pundaknya. Martin justru meluapkan kemarahannya dan mendorong salah satu kru di garasi tersebut.
"Saya memang punya potensi untuk meraih kemenangan, tapi begitulah balapan. Bagaimanapun, saya akan mengambil sisi positifnya, yaitu saya memang cepat," kata Jorge Martin dalam wawancara dengan MotoGP.com.
"Saya juga ingin mengatakan bahwa saya sangat kecewa saat masuk ke pit. Saya berusaha untuk tetap tenang selama balapan, tapi begitu saya masuk (garasi), ketegangan langsung terasa," ujar Jorge Martin.
Jorge Martin mengaku telah berupaya menemui Manajer Aprilia Paolo Bonora secara langsung untuk meminta maaf. Martin menyadari bahwa tindakan mendorong petinggi tim tersebut merupakan sebuah kesalahan.
"Saya mencari di kantornya tapi dia tidak ada, jadi saya akan pergi sekarang," tutur Jorge Martin.
Kegagalan finis di Catalunya memberikan kerugian besar bagi Jorge Martin dalam perebutan takhta juara dunia MotoGP 2026. Selisih poin dengan pemimpin klasemen kini menjadi semakin lebar.
Sebelum balapan ini dimulai, Jorge Martin hanya memiliki selisih 1 poin dari Marco Bezzecchi yang berada di puncak klasemen. Namun, akibat insiden ini, jarak poin Martinator melebar menjadi tertinggal 15 poin.
Sebelum ketegangan Jorge Martin pecah di garasi, CEO Aprilia Massimo Rivola juga tertangkap kamera menunjukkan kekesalan. Rivola meluapkan kemarahannya atas aksi Raul Fernandez kepada Kepala Tim Trackhouse, Davide Brivio.