Rencana pertemuan Jisoo BLACKPINK dengan awak media di Bandara Internasional Incheon yang dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026, resmi dibatalkan. Pembatalan ini terjadi di tengah mencuatnya isu hukum yang melibatkan kakak laki-laki sang artis terkait dugaan pelecehan seksual.
Seperti dilansir dari Detikcom, Jisoo awalnya dijadwalkan menyapa media sebelum bertolak ke Paris untuk menghadiri agenda peragaan busana. Namun, sehari sebelum keberangkatan, jadwal liputan tersebut dihapus secara mendadak.
Manajemen BLISSOO memberikan penjelasan mengenai perubahan jadwal yang mendadak ini. Pihak agensi membantah adanya keterlibatan Jisoo maupun manajemen dalam permasalahan hukum yang sedang viral tersebut.
\\"Peliputan keberangkatan Jisoo BLACKPINK di bandara dibatalkan karena masalah internal yang gak terhindarkan,"\\kata perwakilan dari BLISSOO dilansir OSEN pada Selasa (21/4/2026).
Polemik ini bermula ketika media lokal Korea Selatan memberitakan keterlibatan kerabat seorang anggota grup idola populer dalam kasus asusila pada 16 April lalu. Spekulasi publik kemudian mengarah pada sosok A, yang merupakan kakak laki-laki Jisoo.
Situasi semakin memanas setelah seorang perempuan berinisial Y yang mengaku sebagai istri A muncul ke publik. Y memberikan pernyataan bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh A.
Isu ini berdampak pada citra Jisoo yang selama ini dikenal bersih dari kontroversi. Terlebih, saat ini Jisoo tengah terlibat dalam proyek drama original Netflix dan baru saja menyelesaikan masa comeback bersama BLACKPINK.
Menanggapi kegaduhan tersebut, BLISSOO akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui kuasa hukum mereka. Manajemen menegaskan bahwa informasi yang beredar di internet merupakan spekulasi yang belum terverifikasi dan bersifat fitnah.
\\"Masalah yang sedang mencuat sama sekali tidak berhubungan dengan artis (Jisoo) dan BLISSOO. Informasi yang beredar di internet berisi spekulasi yang tidak terkonfirmasi dan fitnah,"\\kata mereka dalam pernyataan yang dirilis Senin (20/4/2026).
Pengacara Eun Hyun Ho dari firma hukum Kim & Chang memberikan rincian lebih lanjut mengenai dinamika hubungan Jisoo dengan keluarganya. Penjelasan ini bertujuan untuk memberikan konteks bagi para penggemar dan masyarakat luas.
Berdasarkan keterangan pengacara, Jisoo telah menjalani kehidupan yang mandiri sejak masa pelatihan (trainee) dan tinggal jauh dari keluarganya. Kondisi ini membuat Jisoo tidak mengetahui secara detail urusan personal anggota keluarga, termasuk oknum yang sedang berperkara.
Pihak hukum juga meluruskan rumor yang menyebutkan bahwa pria tersebut menjabat sebagai CEO di BLISSOO. Agensi menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum dan tidak sesuai dengan struktur organisasi perusahaan.
\\"Di awal pendirian BLISSOO, memang benar artis kami menerima saran dan arahan dari segelintir anggota keluarga dalam bentuk komunikasi dengan pihak-pihak yang relevan. Tapi sama sekali tidak pernah terjadi, dulu atau saat ini, ada anggota keluarga yang menerima kompensasi dari BLISSOO atau terlibat dalam manajemen dan proses pengambilan keputusan manajemen. Sejak didirikan, BLISSOO independen secara keseluruhan tanpa ikut campur dari pihak keluarga,"\\ujar pengacara tersebut. Pihak manajemen memastikan bahwa tidak ada hubungan manajerial maupun legal antara oknum terduga pelaku dengan agensi yang menaungi Jisoo.
\\"Klaim soal terduga pelaku adalah co-founder dan CEO BLISSOO tidak benar. Kami menegaskan bahwa oknum tidak ada hubungan secara legal atau manajerial dengan BLISSOO. BLISSOO dan Jisoo tidak pernah memberikan dukungan finansial atau hukum terhadap oknuk tersebut, atau berniat melakukannya di masa depan. Tidak pernah ada komunikasi antara artis kami dengan oknum tersebut dalam hal kasus pelecehan seksual ini,"\\tegas kuasa hukum manajemen.