Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Man of the Match saat memperkuat Sassuolo menghadapi Fiorentina. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 tersebut berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Dilansir dari Suara, penampilan luar biasa Idzes di lini belakang menjadi faktor kunci kesuksesan Sassuolo mencuri satu poin di Stadion Artemio Franchi. Bek andalan Indonesia ini menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain bertahan yang solid di kompetisi tertinggi Italia.
Sepanjang laga, Idzes tampil dominan dan memimpin barisan pertahanan Neroverdi dalam menghalau tekanan terus-menerus dari tuan rumah. Ia tercatat melakukan sembilan aksi bertahan yang krusial untuk mengamankan gawang timnya.
Statistik menunjukkan performa pertahanan yang sangat impresif, termasuk tujuh kali sapuan bersih. Hebatnya lagi, pemain yang telah menjadi starter sebanyak 33 kali berturut-turut di musim ini tersebut berhasil memenangkan seluruh duel udara di lapangan.
Berkat kontribusi besarnya, operator liga menganugerahi Idzes dengan trofi Panini Player of the Match. Media lokal Sassuolo News turut menyoroti dampak psikologis yang dibawa sang kapten terhadap rekan-rekan setimnya.
Laporan media tersebut memberikan nilai rating 6,5 kepada Idzes, setara dengan rekan duetnya di jantung pertahanan, Tarik Muharemovic. Meski kiper Stefano Turati mendapat rating tertinggi, peran Idzes dinilai lebih dari sekadar statistik individu.
Ketenangan dan kepemimpinan yang ditunjukkan Idzes di bawah tekanan besar terbukti mampu mengangkat moral seluruh pemain Sassuolo. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi lini belakang saat menghadapi gelombang serangan Fiorentina yang dominan.
"Dia (Jay Idzes) menularkan kepercayaan diri untuk pemain-pemain lain. Peran dalam menghalau bola dan membaca serangan lawan yang tepat mengurai situasi kekusutan di lini belakang," demikian ulasan dari Sassuolo News.
Pencapaian ini semakin mempertegas posisi Jay Idzes sebagai pilar utama di skuat Sassuolo sejak awal musim. Keberhasilannya menggalang pertahanan yang disiplin memungkinkan timnya pulang dengan hasil positif dari laga tandang yang dinilai sangat sulit tersebut.