Umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadan guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih mulia dari seribu bulan ini menjadi momentum bagi kaum muslimin untuk meningkatkan salat malam, zikir, serta membaca Al-Qur'an.
Seperti dikutip dari Kiaton, penentuan jadwal malam ganjil di Indonesia dapat berbeda mengikuti ketetapan awal Ramadan. Pemerintah biasanya menggunakan metode sidang isbat, sementara organisasi Muhammadiyah berpegang pada perhitungan astronomi atau hisab.
Jika awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026 sesuai versi pemerintah, maka perhitungan malam ganjil dimulai pada pekan kedua Maret. Berikut adalah rincian estimasi tanggal masehi untuk malam-malam penuh kemuliaan tersebut.
| Malam Ramadan | Tanggal Masehi |
|---|---|
| Malam 21 Ramadan | Selasa malam, 10 Maret 2026 |
| Malam 23 Ramadan | Kamis malam, 12 Maret 2026 |
| Malam 25 Ramadan | Sabtu malam, 14 Maret 2026 |
| Malam 27 Ramadan | Senin malam, 16 Maret 2026 |
| Malam 29 Ramadan | Rabu malam, 18 Maret 2026 |
Perbedaan Jadwal Versi Muhammadiyah
Penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 menyebabkan pergeseran jadwal malam ganjil. Perbedaan satu hari ini membuat estimasi malam ganjil versi Muhammadiyah berlangsung lebih awal dibandingkan versi pemerintah.
Meskipun terdapat potensi perbedaan tanggal, kaum muslimin tetap disarankan untuk menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Upaya ini dilakukan agar umat tidak melewatkan kesempatan emas mendapatkan keberkahan dan ampunan pada malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.