Pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinara Nastine, gagal melaju ke semifinal Thailand Open setelah ditaklukkan oleh unggulan pertama asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi. Kekalahan dalam laga perempat final ini terjadi melalui pertarungan tiga gim yang berlangsung selama 61 menit.
Dilansir dari Detik Sport, duet peringkat 38 dunia tersebut menyerah dengan skor akhir 12-21, 21-12, dan 17-21. Meski sempat memaksakan gim penentu, Isyana dan Rinjani dinilai kurang tenang dalam menghadapi tekanan pada poin-poin krusial di akhir pertandingan.
Isyana mengakui bahwa pada awal laga mereka sempat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan ritme permainan lawan. Namun, performa mereka sempat membaik pada gim kedua sebelum akhirnya kehilangan kendali di pengujung laga.
"Pertandingan hari ini cukup kebingungan di gim pertama lalu bisa main lebih rileks lagi, lebih enjoy dan lebih fokus di gim kedua," kata Isyana.
Kegagalan mempertahankan momentum pada gim ketiga menjadi catatan penting bagi pasangan muda ini untuk evaluasi mendatang. Isyana menyoroti ketenangan lawan sebagai faktor pembeda utama dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
"Masuk gim ketiga skornya kejar-kejaran hanya memang kami harus akui mereka bisa lebih tenang di poin-poin akhir. Hari ini kami belajar bagaimana mereka mengatasi tekanan di lapangan," lanjut Isyana.
Rinjani Kwinara Nastine menambahkan bahwa mereka mendapatkan banyak poin berkat ketidaksiapan lawan di gim kedua. Ia memperhatikan bahwa pemain level atas pun masih memiliki celah saat berada di bawah tekanan tinggi.
"Kami tidak menyangka mereka yang sudah top 10 dan sudah di main di level atas masih ada tegangnya, banyak mati sendiri terutama di gim kedua jadi kami banyak dapat poin dari situasi itu," ujar Rinjani.
Meskipun mampu memberikan perlawanan sengit, Rinjani menyesali kegagalan mereka dalam memanfaatkan peluang emas di gim penentu. Hal ini membuat pasangan Jepang berhasil mengambil alih kendali permainan hingga laga berakhir.
"Tapi kami juga tidak bisa ambil kesempatan di gim ketiga jadi mereka bisa pegang kontrolnya di akhir-akhir," kata Rinjani.
Terlepas dari hasil minor tersebut, pencapaian hingga babak delapan besar tetap diapresiasi sebagai hasil kerja keras sejak babak pertama yang kompetitif. Rinjani berharap pengalaman dari Thailand Open ini menjadi modal berharga untuk turnamen berikutnya.
"Alhamdulillah bisa sampai di perempatfinal karena dari babak pertama lawannya juga tidak mudah, hasil yang harus kami syukuri. Tapi pasti kami mau belajar lagi dan semoga minggu depan di Malaysia Masters bisa mendapat hasil yang lebih baik," kata Rinjani.
Isyana dan Rinjani kini dijadwalkan akan melanjutkan tur kompetisi mereka pada ajang Malaysia Masters yang akan dimulai pada Selasa pekan depan.